Hapus!

September 10, 2014 § Leave a comment

Bismillah..
Ha ha ha, ternyata ada kisah-kisah yang lebih keren makanya blog sebelumnya di hapus. Mari hapus dan buat ulang cerita yang lebih keren. Ya gue baru baca iseng novel KCB ternyata parah kerennya. Ayo pada baca! Cerita-cerita gue soal begituan masih bagaikan ampas rengginang. Alur cerita novel tersebut sangat luar biasa dan menampar sekali untuk para kader dakwah..Halah! Mari kita mulai lagi yeah

Maksiat menghancurkan segalanya?

September 5, 2014 § Leave a comment

Bismillah..

Ya, mungkin tema ini terlalu berlebihan atau hiperbola dari pandangan sebagian orang. Kali ini gue hanya mau iseng sharing masalah pribadi yang semoga bermanfaat untuk temen-temen yang membaca blog ini. Jadi lingkungan gue alhamdulillah dikelilingi oleh orang-orang yang insyaAllah hanif. Harus banyak bersyukur mempunyai lingkungan yang seperti ini. Soalnya menurut pandangan gue dan sebagian orang, rezeki yang paling besar adalah kelezatan iman islam. Yang gak semua orang merasakannya. Ketika gue melakukan sesuatu yang masuk dalam kategori kemaksiatan. Selalu aja ada masalah yang datang, dan gue merasa gak bisa untuk menghadapinya. Karen masalah tersebut terlihat begitu besar dan mengerikan.

Semuanya bisa menjadi masalah saat di masa-masa itu. Gue mencoba berfikir untuk memecahkan masalah yang ada, tetapi kenapa begitu sulit dan masalah-masalah yang ada kembali datang jauh lebih kompleks. Entahlah itu yang sering gue rasakan. Setelah gue ceritakan semua permasalahan ke ibu, beliau hanya memberikan solusi untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah swt. Setelah beberapa hari gue memperbaiki hubungan gue dengan Allah swt. Entah kenapa semuanya begitu menjadi ringan dan membaik. Gue bingung kenapa bisa sekeren itu, entahlah. Dari yang tadinya benar-benar sudah sangat putus asa bisa kembali bersemangat. Tulisan di bawah ini mungkin bisa menjadi alasan itu semua :

Dosa akibat maksiat

Oleh UMAR MUHAMMAD NOOR
MAKSIAT

Yang kita lakukan bukan hanya memberi kesan kepada kehidupan kita di akhirat. Dosa-dosa akibat maksiat itu juga sangat mempengaruhi kehidupan kita di dunia.

Berikut ini dijelaskan beberapa kesan maksiat yang boleh kita temui sepanjang hidup kita di dunia. Penjelasan ini berpandukan hadis-hadis dan ucapan para ulama yang muktabar.

1. Gelap hati

Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang hamba melakukan dosa, maka akan terbit noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, maka terhapuslah noda itu. Namun jika ia mengulanginya, maka noda itu akan bertambah hingga memenuhi seluruh hatinya.” (riwayat al-Tirmizi)

Salah satu tanda hati yang gelap adalah enggan untuk mempelajari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kaifiat menjadi hamba Allah yang taat. Jika dia pernah mempelajarinya, sukar baginya untuk memahami apa lagi mengamalkannya.

Imam Al-Syafii pernah berkata: “Barang siapa yang ingin Allah buka dan terangi hatinya, maka jauhilah ucapan yang tidak berguna, tinggalkan dosa dan maksiat dan hendaklah ia memiliki ibadah tersembunyi antara dirinya dengan Allah SWT.”

2. Hati tak tenangIslam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia.

Siapa yang hidup mengikut aturan yang digariskan Islam, ia akan merasakan kedamaian di dalam hati. Sebaliknya, siapa yang bermaksiat, hakikatnya ia tengah melakukan sesuatu yang bertembung dengan fitrahnya sendiri.

Pertembungan itu akan melahirkan perasaan bersalah di dalam diri pelaku sehingga hidupnya menjadi sempit dan tidak selesa. Jika perasaan itu belum terasa hari ini, ia pasti akan timbul suatu saat nanti.

Allah berfirman: Dan siapa yang berpaling daripada peringatan-Ku, maka baginya kehidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Taha: 124)

3. Menutup pintu rezeki

Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda: “Sesungguhnya pintu rezeki ditutup daripada seseorang kerana dosa yang pernah ia lakukannya.” (riwayat Ibnu Hibban)

Anda mungkin berasa pelik, mana mungkin maksiat menutup pintu rezeki, padahal ramai orang-orang yang rajin bermaksiat namun hidup dalam kemewahan?

Jangan salah faham, rezeki bukan hanya berbentuk wang ringgit dan harta benda. Rezeki boleh juga berbentuk iman, Islam, jodoh, anak, teman, kefahaman, kesihatan, ilmu dan lain-lain. Bahan semua ini lebih mahal dan berharga berbanding wang dan harta.

Maksiat dapat menutup pintu-pintu rezeki ini daripada manusia. Seseorang boleh memiliki kereta besar dan rumah mewah. Namun jika ia bermaksiat, maka terlepas daripadanya bentuk-bentuk rezeki lain yang jauh lebih mahal.

Lagi pula, rezeki yang dimiliki menerusi jalan maksiat tiada keberkatan padanya. Dan rezeki yang tiada keberkatan padanya hanya akan melahirkan kebahagiaan palsu. Ia nampak berbahagia di mata orang lain. Namun tersimpan dalam hatinya kepedihan dan seksaan batin yang hanya diketahui oleh orang-orang yang dekat dengannya.

4. Menyebabkan kekalahan

Naik turun nasib sebuah bangsa berada di tangan Allah SWT, apatah lagi sejarah berkali-kali memperlihatkan hilangnya kekuasaan yang semula berada di tangan orang-orang tertentu apabila mereka menentang perintah-Nya.

Al-Hafiz Al-Zahabi menceritakan dalam kitab Siyar A’lam Al-Nubala menjelaskan, apabila kaum muslimin menundukkan negeri Siprus (Turki), mereka berjaya menawan musuh yang sangat ramai. Melihat pemandangan itu, Abu Darda malah menangis.

Seseorang bertanya kepadanya: “Mengapa anda menangis di hari kemenangan Islam ini?”

Sahabat Nabi ini menjawab: “Mereka ini dahulunya adalah bangsa yang kuat dan berkuasa. Namun apabila mereka bermaksiat, maka Allah menghinakan mereka seperti mana yang berlaku pada hari ini. Sungguh hina seorang hamba di sisi Allah apabila ia bermaksiat kepada-Nya.”

Oleh itu, maksiat yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam adalah pertanda awal kemenangan akan beralih kepada kaum muslimin. Berkata Jaafar al-Ahmar: “Cukuplah kemenangan bagi seorang mukmin, apabila ia melihat musuhnya bermaksiat kepada Allah.”

5. Kematian yang buruk

Kesan maksiat yang paling parah adalah apabila Allah mengunci mulut seseorang daripada mengucapkan kalimat tauhid sebagai kata terakhirnya. Nauzubillah.

Semoga Allah menjaga kita dan orang-orang yang kita cintai daripada keberanian menentang perintah Allah SWT dan bermaksiat kepada-Nya.

Sumber : http://www.utusan.com.my/utusan/Bicara_Agama/20130409/ba_02/Dosa-akibat-maksiat#ixzz3TDLHb6nX

Jarang nulis di blog

September 5, 2014 § Leave a comment

Bismillah…

Hai, hahahaha kenapa ya jarang nulis di blog? mungkin masih terlalu sibuk dengan kegiatan ‘bermimpi’-nya ya he he he. Tapi, alasan yang terbesarnya adalah (mungkin) sudah nulis di media sosial yang lain. Jadi sudah merasa menulis tapi bukan di blog ini. Contohnya ask.fm, gue baru punya ask.fm dan itu seru banget buat belajar nulis dan membagikan pemikiran kita ke banyak orang. Okelah mari kita ramaikan media sosial wordpress/blog 🙂  

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2014 at eibidifaiq.