Menjadi “Tukang Ojeg” Anak

December 2, 2014 § Leave a comment

Kalo ini sih kebiasaan ibu. Mantap

Catatanku

Selain sebagai PNS, “profesi” sampingan saya adalah merangkap sebagai “tukang ojeg”. Tentu bukan tukang ojeg dalam arti sebenarnya, tetapi mengantar (jemput) anak sendiri pergi (dan pulang) sekolah. Dengan sepeda motor yang setia, setiap pagi tugas saya adalah mengantarkan anak ke ke sekolahnya. Setelah mereka selesai mandi dan sarapan, maka saya menjadi tukang ojeg dulu untuk anak-anak tersayang.

Jika dihitung-hitung, saya sudah menjadi tukang ojeg anak sejak mereka mulai pra sekolah. Mulai dari sekolah di Play Group, TK, SD, bahkan hingga SMP. Selesai tahap sekolah si kakak, selanjutnya giliran adiknyalah yang saya antar (jemput) sekolah. Begitu seterusnya hingga sekarang bahkan secara bergantian, kakak dulu yang diantar pukul 6 pagi, lalu nanti giliran adiknya pukul setengah tujuh pagi.

Saya tulis ‘jemput’ dalam tanda kurung karena jika saya belum berangkat ke kampus, saya menjemput anak dari sekolah. Saya bisa begitu karena di kampus saya tidak ada keharusan dosen masuk pagi-pagi dan pulang sore…

View original post 394 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Menjadi “Tukang Ojeg” Anak at eibidifaiq.

meta

%d bloggers like this: