Catatan Pembelajar (12): Resiko Para Pemimpi

January 29, 2015 § Leave a comment

hahaha keren kang, izin reblog yaa ;D

Angin

“Kita kalah ma”, 

“Kita telah melawan nak, nyo, sebaik-baiknya, sebenar-benarnya”

(Nyai Ontosoroh kepada Minke, Bumi Manusia -PAT-)

Dari film-film bertemakan hero atau epik ada beberapa yang saya sukai antara lain Spiderman, The Dark Knight, The Last Samurai, dan Trilogy Lord of The Ring. Apa kesamaan dari film-film tersebut? Semuanya menampilkan sosok si pahlawan dalam cita rasa yang sangat manusiawi. Dalam spiderman dikisahkan beliau pun sempat menjadi jahat. Imannya tergoda oleh syahwat kekuasaan karena merasa diri sebagai superhero. Setan pun membisiki nya untuk menyimpang dari fitrah kepahlawanannya dengan godaan kostum warna hitam yang lebih jago namun penuh dengan syahwat dan ketamakan, hingga akhirnya Spiderman bermuhasabah dan melakukan taubatan nasuha. The Dark Knight berhasil mengobati kemuakan saya terhadap superhero Hollywood yang selalu digambarkan berlebihan. Kali ini Batman menghadapi musuh yang lebih tangguh darinya hingga ia sendiri mengalami frustasi, serta sahabatnya pun akhirnya menjadi musuhnya (two faces). Ending-nya juga cukup “make sense” dan manusiawi…

View original post 1,085 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Catatan Pembelajar (12): Resiko Para Pemimpi at eibidifaiq.

meta

%d bloggers like this: