Saya Bodoh, Saya Lemah!

March 6, 2015 § Leave a comment

Bismillah.

Riset gue ada orang yang ketika sedang galau medsosnya aktif, dan ada orang yang ketika semangat baru medsosnya aktif kemudian menghilang dari dunia media sosial ketika seseorang tersebut sedang galau. Ya biasanya tipe orang kedua ini selalu terlihat sangat optimis dan kuat. Karena dia selalu menyembunyikan kelemahannya. Padahal menurut gue semua orang lemah, dan bodoh. Karena pantang menyerah aja dan terus berusaha mencapai tujuan yang dia buat, orang tersebut terlihat kuat dan keren (sukses). Gue suka nih sama quote dari bang gamal.

Seseorang yang optimis adalah seseorang yang yakin Allah bersamanya.

Bener juga kan? ya kita itu manusia sangat lemah. Allah lah yang memberi kekuatan kepada kita dan kuat terhadap masalah apapun. Chairul tandjung juga bilang, kalo doa jangan minta dimudahkan dari masalah tapi minta dikuatkan. Karena kalau sudah kuat masalah besar sekalipun akan selesai dengan mudah.

Ohiya penting juga untuk tidak sombong dan selalu menganggap diri kita bodoh. Gue lagi ngubek-ngubek tulisan raditya dika. Dan ketemu bacaan yang rada sesuai sama tulisan ini! cekidot.

This Time, I Fail Better.

Salah satu rahasia besar gue adalah: gue selalu menganggap karya-karya gue sebagai suatu kegagalan. Misalnya sewaktu Kambingjantan terbit, gue baca lagi di toko buku, lalu gue mikir, “gila ini buku jelek banget”. Begitu pula sewaktu buku kedua, Cinta Brontosaurus, terbit: di rumah gue baca copy contoh dari percetakan dan gue baca lagi, lagi-lagi gue berpikir.. gila, ini buku jelek banget. Gue bikin buku ketiga, keempat ,dan semuanya sama, pas dibaca ulang gue menganggap karya itu gagal. Kecuali film dan komik, karena itu kerja bareng, gue menganggap… bagian gue yang gagal.

Tapi, sifat untuk selalu berpikir bahwa karya gue gagal,
membuat gue jadi semangat untuk membuat karya yang lebih bagus.

I see my works as a series of failure,
and each time, I fail better.

Ini nyambung sama perasaan gue tentang buku terbaru gue,
Marmut Merah Jambu,
akan ada di toko buku tanggal 1 Juni 2010 nanti.

Nah, bedanya sama Marmut Merah Jambu, entah kenapa, tidak seperti dengan buku lain yang gue anggep gagal, gue sedikit puas sama buku ini. Ngebaca satu print contoh buku tersebut di percetakan gue kok jadi gundah sendiri. Kadang gue ketawa, kadang juga gue sedih… aneh, padahal ini cerita gue sendiri. Makanya, gue sedikit puas. Catat, sedikit lho.

Gue gak tau apa yang ngebuat gue bisa ngerasa begini. Apa mungkin buku ini agak beda sama buku sebelumnya? Memang Marmut Merah Jambu enggak se-“berantakan” Kambingjantan, atau se-“kasar” Babi Ngesot, tetapi Marmut Merah Jambu punya komedi yang lebih halus dari buku sebelumnya, dan issue yang dibahas di buku tersebut lebih “dalam”.

Di buku yang baru ini gue mau coba masukin “hati” lebih banyak dalam tulisan komedi gue.
Gue mau do it the Pixar way, with heart and comedy.

Hampir sama kayak Cinta Brontoaurus, Marmut Merah Jambu lebih banyak ngebahas cinta, tapi bedanya di Marmut Merah Jambu gue coba bahas hal-hal yang lebih nyelekit dan pahit lagi. Gue pengen tahu rasanya menggabungkan antara sakit hati dengan komedi seperti apa. Jadi, kebanyakan yang kalian akan baca di Marmut Merah Jambu adalah pengalaman gue jatuh cinta, patah hati, dan penuh pengharapan. Cerita cintanya juga ada yang dari SMP, sampai yang sekarang ini. Akan ada cerita gue ditolak (sering, btw), naksir, diputusin, dan pengharapan gue sama hubungan yang baru. Semuanya, sekali lagi, ditulis dengan gaya komedi. Ada juga kok tulisan komedi yang bersifat bukan cinta-cintaan, jadi jangan takut kalo yang gak suka baca cerita cinta. ๐Ÿ˜›

Anyway, di Marmut Merah Jambu, gue membuka pahit-manis cinta, untuk kita tertawakan bersama-sama. Mudah-mudahan, gue bisa ngasih itu buat kalian, para pembaca setia. Dan buku ini bisa menjadi my best failure so far. ๐Ÿ˜‰

Saya bodoh, jadi? usaha keras dan berdoa yang banyak ๐Ÿ™‚

25739

Advertisements

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Saya Bodoh, Saya Lemah! at eibidifaiq.

meta

%d bloggers like this: