Kualitas Angkutan Umum ‚Ekslusif‘, untuk Kota yang ‚Inklusif‘ (Refleksi Berlin part 1)

February 12, 2016 § Leave a comment

keren banget ka! izin reblog yaa

Move the world

Berlin, Februari 2016

Kurang lebih 2 bulan lagi saya akan meninggalkan kota yang super nyaman ini, untuk kembali berkarya di Indonesia. Rasanya tidak lengkap jika pengalaman saya hidup di kota ini tidak saya ambil pelajarannya, dan saya bagi pembelajarannya. Mudah- mudahan ini bisa menjadi salahsatu upaya saya untuk bersyukur.

20150320_070343

Gambar : Susahnya masuk KRL di Jakarta, sumber: Penulis, 2015

Masalah kita, keresahan kita

Jakarta, Bandung atau Jogjakarta adalah kota yang pernah saya tinggali, dan membuat ‚gerah‘. Bukan gerah cuacanya, tapi ‚gerah‘ rasanya saat dihadapkan pada realita untuk membeli rumah. Sebagai kelas menengah, mustahil saat ini kalo saya ingin membeli apartemen ditengah kota, seperti di Kuningan, Jakarta, di daerah Cisitu, Bandung, atau membeli rumah didaerah Jalan Kaliurang km 8, Jogjakarta. Harga rumah didaerah lumayan sentral seperti itu rasanya sudah selangit bagi saya saat ini (Hmm.. realita kawan). Hal yang cukup memungkinkan bagi saya adalah mengalihkan pilihan ke pinggiran kota Jakarta, atau…

View original post 1,141 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kualitas Angkutan Umum ‚Ekslusif‘, untuk Kota yang ‚Inklusif‘ (Refleksi Berlin part 1) at eibidifaiq.

meta

%d bloggers like this: