Kajian akbar!

April 14, 2016 § Leave a comment

Bismillah.
Al-quran itu jalan yang lurus, ikuti Al-Quran jangan ikuti jalan yg lain..
Masalahnya hukum Al-quran di persiapkan dengn kenyataan kadang2 ada perbedaan pendapatan.. Kenapa?
Bagaimana menyikapinya?
Kenapa Allah menjelaskan secara terperinci? Agar tidak ada Ruang atau celah untuk menyangkalnya.
Co/ Allah maha ESA, sholat Lima waktu, nabi terakhirnya Muhammad SAW, berarti kita Muslim Dan bersaudara

Fiqih~ lahir dari ijtihad, pemikiran manusia. Makanya fiqih ada perbedaan pendapat, kita harus mengerti kenapa terjadinya perbedaan ini.. Bisa benar bisa salah co/terawih 8, 20

Isi ajaran Al-quran itu akhlak, aqidah/iman harus melahirkan akhlah seperti persaudaraan. Iman kuat Akhlaknya pasti baik.

Barang siapa yang beriman pada Allah Dan hari Akhir, hormati saudaranya/tetangganyaa.
Fiqih harus disempurnakan drngamy akhlak. Amalan tak akan sempurna tanpa akhlak.

Fiqih suka dipermasalahkan jadi Islam atau tidaknya seseorang.
Ada juga orang yang nganggep tradisi dijadikan akidah.
Akidah, akhlak, fiqih, tradisi tingkatannya..
Menyikapinya tradisi jika bertolak Belakang tolak..
Dampaknya umat pada berpikir paling bener, terpecah belah..

Bicara fiqih= Bicara hukum
Wajib, Sunnah- dikerjakan dapat pahala ditinggalkan sayang.. Makruh-makrahun dibenci-apabila ditinggalkan dapat pahala dikerjakan dibenci atau tidak disukai Allah contohnya ngerokok

Dulu para sahabat ke Al-quran jika tidak ada langsung ke Rasul.
Namun saat Rasul wafat.. Masalah baru muncul, gimana nyari dalilnya?
Pertama cari di Al-quran, ketika tidak ditemukan cari hadistnya, jika dihadist juga tidak jelaskan secara jelas, maka adakah Ijtihad.
Para sahabat mengumpulkan orang2 hebat. Jika ada masalah yang baru mirip dengan masalah lama maka disamakan=QIYAS(analogi)
Jika sudah disepakati namanya IJMA..

Peran akal, kalau jaman nabi dalil pasti..

Generasi sahabat habis, masuklah generasi tabi’in..
Al-quran-hadist-Ijtihad
Ketika tidak ada, maka tabi’in pun berIjtihad. Pada masa ini lahirlah orang2 hebat..

Madzhab fiqh- madzhab hanafi, Maliki, syafi’i, Hambali.
Kenapa pake ijtihad?
Karena masalah baru muncul, maka perlulah adanya ijtihad. Ijtihad pun tidak boleh jauh2 Al-quran Dan Al-hadist

Imam Ahmad muridnya Imam syafi’i, Imam syafi’i muridnya Imam malik..
Namun ttp ada juga beda pendapat, tapi saling menghargai. Madzhab Alhul Sunnah wal Jamaah..

madzhab hanafi> bekas negara uni sofiet
Madzhab maliki> negara2 afrika
Madzhab syafi’i> negara2 Asia tenggara, irak, mesir
Madzhab Hambali> negara teluk (Saudi Arabia)

Karakteristik madzhab
Madzhab hanafi> alur ro’yi dimana lebih didominasi oleh logika ijtihadnya
Madzhab hanbali> ahlul hadist> fiqh- hadist ijtihadnya yang ada di hadist..
Madzhab maliki Dan syafi’i> menggabungkan Antara Nash Dan ro’yi

Kenapa ada perbedaan?
Adanya lafadz mustytarok(satu kata memilki 2 arti)
Perbedaan dalam menilai kualitas hadist, contoh qunut subuh
Adanya hadist yg belum sampai kepada salah seorang madzhab

Ada etika menyikapi perbedaan
Perkataan Imam syafi’i, “tidak boleh menyalahkan orang lain karena masing2 punya dalil”

Perbedaan Antara bid’ah Dan khilafiyah~ bid’ah tidak ada landasan hukum kalau khilafiyah ada landasan hukum cuman diperdebatkan.
Co/ tarawih 20 rakaat adzan jumat 2 kali itu bukan bid’ah..
Karena Rasul memberikan arahan untuk mengikuti khulafaurrasyidin

Pendapat ulamanya
-Fatwa itu sesuai dengan kondisi Dan situasi negara
-Ijtihad dan penghargaan

Islam itu luas Dan lues.

12469

Tulisan : Yandizar Ersima Sembiring.

Rangkuman acara kajian akbar.

Memperlakukan Fahri Hamzah Secara Adil.

April 11, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Huahahaha. Gatau yak gue kader pks apa bukan. Btw lingkungan gue pks abis sih. Liqo masih di pks. Temen-temen main musik juga banyak yang jadi kader. Beberapa kali bantuin acara pks. Terus fix sih kayanya bantuin bu desy di dpc pks bagian senbud. Dan orang tua gue kader pks juga. Eh kaga deng emak gue udah ex-kader pks. Doi sendiri yang mendeklarasikannya ahaha. Bokap masih dan militan abis. Karena ada masalah internal, bakalan seru dan panjang kalo di ceritain soal kejadian yang akhirnya emak keluar dari jamaah.

Btw ada tulisan yang sangat menarik sih. Langsung di baca aja deh jangan kelamaan nanti basi! 😛

 

Memperlakukan Fahri Hamzah Secara Adil

Saya ingat sekali dan bagi yang masih ingat ya… dulu ketika Fahri Hamzah gencar dan lantang membela Ust. LHI (yang menurut beliau memang layak untuk dibela), begitupun ketika Fahri Hamzah berseteru dengan KPK terutama bila berhadapan dengan Johan Budi (jubir KPK) serta beberapa peristiwa lainnya yang melibatkan beliau, seperti biasa dengan gayanya yang tegas, lugas dan keras, Fahri Hamzah begitu banyak mendapatkan applaus serta simpati dari kader dan simpatisan PKS. Ini fakta, Kawan…

Sangat jarang sekali terdengar ada kader yang memprotes (komplain) terhadap sikap beliau tersebut. Hampir rata-rata kader PKS mendukung dan menyukai gaya Fahri Hamzah yang terkenal dengan sebutan ‘singa parlemen’ ini, yang memang sudah menjadi ciri khas beliau. Walaupun memang ada juga beberapa kader yang mengkritisinya (kontra), akan tetapi tak seberapa jumlahnya jika dibandingkan dengan yang mendukungnya (pro). Mengapa? Karena waktu itu Fahri Hamzah masih menjadi “kader” PKS, bahkan beliau merupakan salah satu kader unggulan (terbaik) dalam tubuh partai ini. Tak ada yang mampu memungkirinya…

Namun sekarang kenyataan itu berbalik 180 derajat. Pasca dipecatnya Fahri Hamzah dari PKS (3/4/2016), suara kader PKS pun terpecah menjadi dua. Antara yang mendukung keputusan PKS dengan yang mendukung Fahri Hamzah. Kader yang masih “loyal” kepada Fahri Hamzah tetap konsisten membela beliau. Sedangkan kader PKS yang tadinya “pernah” mendukung (sepakat) dengan gaya beliau, sekarang ramai-ramai berbalik menghujat dan mem-bully beliau.

Melihat kenyataan ini saya menjadi sangat miris dan cuma bisa tersenyum kecut sambil beristighfar, beginikah “nasib” seorang Fahri Hamzah yang sudah sekian tahun bersama PKS harus diperlakukan oleh saudara-saudaranya sendiri yang notabene adalah orang-orang yang juga pernah berjuang bersamanya membesarkan partai ini? Duh…alangkah naifnya…!!!

Namun terlepas dari masalah ini maaf, tulisan saya ini tidak dalam kerangka membela atau men-judge siapa-siapa, baik itu Fahri Hamzah maupun kader PKS lainnya, baik yang pro ataupun yang kontra. Saya hanya mencoba bersikap fair dan realistis saja terhadap
“fenomena” Fahri Hamzah ini. Begitu banyak pertanyaan pilu yang menggelayuti batin saya: apakah seseorang yang walau sebesar apapun juga dosa-dosanya seperti Fahri Hamzah ini, layak kita perlakukan dengan cara-cara yang tidak fair dan adil? Dengan cara-cara yang sangat menyakitkan? Seberapa besar dan beratnyakah kesalahan yang telah dilakukan oleh Fahri Hamzah? Tak adakah lagi lautan maaf dalam hati kita terhadap saudara kita Fahri Hamzah? Di mana sementara itu pintu ampunan dari Allah SWT saja masih luas dan tetap terbuka lebar bagi setiap hamba-Nya yang mau bertobat. Sebegitu sucinyakah diri kita jika dibandingkan dengan saudara kita Fahri Hamzah?

Semua itu dilakukan hanya karena sekarang beliau sudah tak lagi “serumah” dengan kita? Dulu ketika dia masih bersama kita (hubungannya masih mesra), dia begitu dielu-elukan, disayang dan ditimang-timang. Namun ketika sudah berpisah (dipecat), lantas dia dibuang dan dianggap sebagai seorang pesakitan dan pecundang yang sudah melakukan sebuah kesalahan besar yang tak terampuni dosa-dosanya.

Duhai…alangkah sedihnya… Jika saya, anda atau kalian yang berada di posisi Fahri Hamzah hari ini, bagaimanakah perasaan kita? Kemanakah perginya nurani kita? Apakah sudah hilang tersaput kebencian dan dendam yang bercokol kuat dalam diri kita? Astaghfirullah…mari kita sama-sama beristighfar, Saudaraku…

Dan sekali lagi saya tegaskan, tulisan ini tidak dalam kerangka membela atau men-judge siapa-siapa, baik Fahri Hamzah atau kader PKS lainnya termasuk pengurus-pengurus PKS yang lebih “berkompeten” dengan masalah ini. Tidak sama sekali! Di sini saya hanya ingin kita sama-sama bisa berlaku adil terhadap siapapun juga termasuk Fahri Hamzah, walaupun mungkin tak bisa bulat 100% benar. Namun paling tidak, kita bisa menempatkan segala persoalan sesuai pada tempatnya dan apa adanya (asas porposionalitas). Janganlah karena kita tidak senang kepada sesuatu atau seseorang, lantas membuat kita tidak bisa berlaku adil kepadanya. Yuk…mari masing-masing kita introspeksi (muhasabah) diri, mari kita sama-sama merenung, sesungguhnya siapakah diri kita ini?

Wallahu a’lam bishshawab… hanya kepada Allah kita semua minta ampun dan menggantungkan segala urusan. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing hati kita kepada kebenaran dan keadilan… aamiin…

*NB: Sekali lagi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf lahir-batin, jika ada yang tidak berkenan dengan tulisan saya ini. Saya lakukan karena cinta kepada saudara-saudara saya di PKS, partai (jamaah) yang selama hampir 25 tahun menyertai perjalanan dakwah saya. Salam ukhuwah…

Oleh: Ria Hidayat
Akhwat PKS

http://www.portalpiyungan.com/2016/04/memperlakukan-fahri-hamzah-secara-adil.html

Kenapa Jualan Asuransi Keren?

April 6, 2016 § 2 Comments

Bismillah.

Gue percaya semua bisnis itu baik. Gimana niat. Gimana sistemnya baik, ga nipu. Dan gimana proses ngejalaninnya. Yah, walaupun pengalaman bisnis gue masih jauuuuuh banget dari keren. Tapi izinkan gue berpandangan tentang jualan asuransi ini.

Yak menurut gue jualan asuransi itu keren sekaleeeh. But, sebelum gue jelasin kenapa keren. Yuk mari nonton video ini sampe abis. Ditonton yakk bermanfaat banget kok!

Gimane, Gimane? Apa yang ada dipikiran lu pada, selese nonton video tadi? Komen dibawah yak (eak kaya banyak yang baca aja iq wkwkwk)

Yak kerennya jualan asuransi menurut gue adalah :

  1. Bisnis yang mulia. Karena tugasnya menolong orang!

Yak kenapa menolong orang? Emang lu dokter? Yeeeeh. Gini ye. Maksud dari nolongin orang ini adalah. Kita nih yang jualin asuransi tugasnya mulia. Banyak mengedukasi masyarakat yang belum paham kalo ni asuransi penting gile. Menolong orang dong! Ketika dia tau manfaatnya karena kita jualan asuransi itu untuk manfaatnya yang gede.

Berarti kita para pengemban tugas asuransi penolong banget kan. Penting looh perlindungan itu. Mungkin bahasan ini akan gue buat khusus kali yak.

2. Waktu Kerja Fleksibel.

Yoi donggg. Yakali masuk pagi jam 7 terus macet-macetan di jalanan. Kaga ada! Kalo di bisnis ini ye kita sans banget nentuin jadwal. Mau malem ke. Siang ke. Sampe pagi ge hayu. Maka dari itu enak bener kerjanya kan?

3. Gajinya Gede! 

Etttt. Bener dah! Makanya jangan suka ngeledekin dulu. Jangan suka sinis sama jeleknya marketing asuransi. Bisa jadi nih yang ngeledekin hanya ngeliat dari buruknya agen yang emang ga bener. Bukan dari sistemnya yang ada di asuransi. Yah bener sistemnya. Selama kita jujur, dan bener dalam menjalaninya. Gaada tuh pikiran-pikiran negatif yang muncul. Yuk mari kita debat kalo masih gapercaya dan kasih argumen yang sehat. Gue nyantumin ko id line gue dan medsos lainnya di bio.

Nah seberapa gede sih yang kerja di asuransi? Nih yak gue bilangin. Kalo kita bisa menjual dengan hebat produk-produknya. Kita bisa nih ngelebihin fresh graduate para teknik perminyakan yang baru lulus! Malah banyak GM (General Manager) yang beralih menjadi sales asuransi hanya karena ngiler liat gajinya! Ah gila lah kalo menurut gue. Jadi emang ga main-main sih selama ngejalanin dengan gokil dan bener.

But, at last but not least. Ga selamanya enak kerja di asuransi. Gue percaya hasil yang besar ga mungkin di dapatkan dengan usaha yang kecil. Nah udah pada pinter berlogika kan? Ya gitu premis itu menurut gue berlaku di semua kerjaan kita. Tapi tetep aja kita harus optimis dong yak! Jangan kemakan omongan negatif. Oke kayanya udah kepanjangan dah. Tapi masih buanyak banget hal yang gue mau omongin tentang hal ini. Semoga kedepannya bisa konsisten nulis tentang topik ini! Yash!

Semoga bermanfaat yak! Lillah Lillah aamiin.

 

 

 

Cari Masalah!

April 6, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Nonton dulu ini! Wajib yak! wkwkwkw. Ini keren.

Cari masalah! Cari masalah! Cari masalah! yang penting Allah ridho. Ga bikin dosa. Dan ga melanggar peraturan yang ada di indonesia! yeaaah 😀

Kadang kita suka mikir kenapa banyak masalah. Kalo abis liat video diatas barusan sih, harusnya pemikiran kita berubah. Malah jadi gini.

Ada ga nih yak masalah yang harus gue solve. Dan gue hadapi untuk dapet pembelajaran yang luar biasanya.

Nah kalo gaada masalah kan berarti harus nyari masalah! #BOOM

Batu!

April 5, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Yak gue punya sifat keras kepala. Kayanya mirip banget kaya bokap gue. Setelah dipikir-pikir sifat ke gini ada bagusnya. Gue ga gampang ngalah. Ga gampang terima-terima aja. Wajib kritis abis. Dan yang paling keren (mungkin) ga gampang menyerah kalo punya pendapat dan harus pendapat / ide itu terealisasi.

Tapi apapun itu, kalo berlebihan pasti ga baik. Mau berbuat baik ke. Kalo berlebihan gabaik. Misal berbuat kebaikan sampe ga mikirin diri sendiri. Sampe ga makan mungkin saking ingin memberikan kebaikan bagi seseorang. Nah, termasuk sifat keras kepala ini juga. Kalo berlebihan, gabaik. Bisa bisa gamau nerima kebenaran saking keras kepalanya. Gamau minta maaf duluan saking keras kepalanya, padahal dia yang salah.

Gamau nerima kebenaran, padahal udah jelas pendapatnya salah secara data saintifiknya. Gamau dikritik! Gamau ah sudahlah. Semoga gue mempunyai sesuatu yang ga berlebihan dan sekadarnya aja. Amin!

Pemuda Terbaik Dunia.

April 4, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir. Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh!

Saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel!

Saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh ayat Al-Quran dalam kepalanya.

Saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, “let it flow” katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, “Ayah, aku ingin menaklukkan Konstantinopel!”

Tekadnya tidak berakhir dengan teriakan lantang saja. Muhammad Al-Fatih memiliki visualisasi mimpi yang teramat jelas. Sejak kecil ia bersama ayah dan gurunya sudah memandang Benteng Byzantium dari atas bukit.

“Nak, benteng itu yang akan kau taklukkan nanti,” seru Sang Ayah.

Muhammad Al-Fatih bahkan memiliki ruangan khusus berisi miniatur Konstantinopel, lengkap dengan peta dan strategi perang. Betapa ia tidak main-main dengan mimpinya.

Saat para pemuda begitu mudah mengeluh, merasa punya segudang masalah dan tekanan hidup, lalu menganggap hidupnya akan berakhir sia sia, Muhammad Al-Fatih sudah dibebankan amanah yang begitu besar bahkan sejak ia lahir ke dunia.

Ia menjadi tumpuan harapan tiga generasi akan takluknya konstantinopel, janji Allah yang diucapkan Rasuulullaah  ratusan tahun silam. Ia menjadi harapan dari 6 abad perjuangan para pendahulu.

Bayangkan! Harapan 600 tahun perjuangan para pendahulu dibebankan pada pundaknya!

Ah, tapi sedikitpun ia tak gentar, tak mundur barang sejengkal!

Saat para pemuda habiskan waktunya untuk bersenang-senang, menonton film, nongkrong berjam-jam, Muhammad Al-Fatih memilih tingkatkan kemampuan fisik dan mengisi otaknya. Ia kuasai teknik bela diri, memanah, berkuda, berenang, strategi berperang, Ilmu fiqh, hadits, astronomi, dan matematika. Ia juga menguasai banyak bahasa; Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Saat para pemuda dengan mudah hancur mentalnya ketika direndahkan atau dihina orang lain, Muhammad Al-Fatih punya hati seluas samudera, mental sekuat baja. Tak terhitung berapa banyak orang yang merendahkannya saat ia diangkat menjadi Raja pada umur 19 tahun. “Bocah ingusan!”, cela orang.

Musuh dan lingkaran orang kerajaan meremehkan kemampuannya. Kerajaan musuh menyerang saat tahu Muhammad Al-Fatih diangkat menjadi sultan. Tapi ia lebih memilih memberikan bukti nyata.

Saat para pemuda habiskan air matanya untuk kekasih hati yang tidak jelas, Muhammad Al-Fatih memilih habiskan air matanya untuk memohon ampunan dan panjatkan harapan.

Sejak baligh, tak pernah satu malam pun ia lewatkan salat Tahajjud. Ialah Pedang Malam, yang selalu diasah dengan tulus ikhlas.

Saat para pemuda lupa dan meninggalkan Tuhan, “Nanti saja kalau sudah tua”, fikirnya, Muhammad Al-Fatih tak sekalipun pernah meninggalkan Allah dalam tiap urusannya.

Ia miliki 250.000 pasukan yang tak sekalipun meninggalkan shalat wajib. Ia laksanakan shalat Jumat sebelum menyerang Konstantinopel. Shalat yang shaffnya terpanjang dalam sejarah, 4 km membentang dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara! Gema takbir bersahutan, menggetarkan, menjadi semangat saat menggempur lawan!

Saat para pemuda kehabisan cara dan ide-ide cemerlang untuk meraih mimpinya, Muhammad Al-Fatih tak kehabisan cara, bahkan yang menurut orang lain gila.

Yang ia hadapi ialah Benteng Byzantium! Dibatasi laut dengan pagar rantai besi, terbuat dengan teknologi terhebat pada zamannya, tak mampu ditembus selama 11 abad.

Kokohnya Benteng Byzantium tak membuat Ia kehilangan akal. Tak bisa menyeberangkan 70 kapal lewat laut, ia lumurkan minyak pada ratusan gelondongan kayu, lalu jalankan seluruh armada kapal melintasi bukit hanya dalam satu malam!

Allahu Akbar!

Pagi hari menjelang, musuh kaget bukan kepalang. Benteng Byzantium yang selama 11 abad tak terhancurkan, hari itu telah mampu ditembus!

Merekalah yang Rasuulullaah ﷺ sebut dengan sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik tentara,

“Konstantinopel akan jatuh di tangan seorang pemimpin yang sebaik-baik pemimpin, tentaranya sebaik-baik tentara, dan rakyatnya sebaik-baik rakyat.”

Lalu saat ini, kita sadar akan bentang yang amat jauh antara kualitas pemuda saat ini dan di zaman Muhammad Al-Fatih.

Ada jurang pemisah yang terpampang dengan nyata. Kita juga sadar akan ketinggalan yang amat jauh. Oleh karena itu, kita harus mengejar itu semua dengan kerja keras dan kesungguhan.

“Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal;

tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya.”
(HR. Tirmidzi)

Kelak masa muda akan dimintai pertanggungjawabannya. Mereka yang memberi manfaat yang akan kekal, namanya abadi tercatat di bumi dan langit.

“Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.” (QS. Ar-Raa’d:17)

Dari: Ust. Aboud Basyarahil

Republished by Sahabat ilmu

Where Am I?

You are currently viewing the archives for April, 2016 at eibidifaiq.