Tuliskan Apa Yang Lo Inginkan!

August 30, 2016 § 2 Comments

Bismillah.

Mungkin sering ya di dalam acara motivasi, kita di sarankan untuk terus menulis cita-cita/impian kita. Bahkan ada yang mewajibkan. Gue sering nih melakukan hal yang iseng hehe. Selama itu positif dan gue cek secara scientifik oke juga. Nah termasuk dalam hal menulis apa yang kita mau dan kita impikan. Wah gokil sob! Ada beberapa keinginan yang gue tulis tercapai dan gue kaget liatnya ko bisa gitu ya!

Contohnya waktu gue buat tulisan gitu di catatan pribadi. Gue mau menang lomba karya tulis sejabodetabek. Gue tulisinkan secara spesifik dan jelas. Setelah gue melakukan hal itu buku yang gue tulisin ilang. Setelah hampir setahunan ilang, bukunya ketemu lagi tuh. Dan lo tau ga apa? Apa yang gue tulisin bener-bener terjadi! Wah yang kaya begini kan gokil nih. Harusnya gue tulisin yang lebih hebat lagi ya biar kejadian ahahahahaha. Misal gue juara senasional gtu karya tulisnya bukan sejabodetabek doang. Kan lebih beh wkwkw.

Setelah kejadian itu. Gue punya kebiasaan nulis-nulis apa yang gue mau. Di catatan pribadi gtu. Ga selamanya apa yang gue tulisin selalu berhasil sih. Ada beberapa yang gagal. Banyak malah yang gagal HAHAHA. Tapi dari setiap hal yang gue tulisin selalu ada pelajaran yang bisa di ambil kaya ;

1. Cita-cita harus tertulis. 

Entahlah gue kurang greget kalo di motivasi gtu, atau ikut-ikut acara motivasi. Karena gue suka skeptis kan hehehehe. Bisa aja sang motivator belom sukses atau belum melakukan hal itu. Tapi selama tuh teori yang udah diberikan terbukti secara scientifik gue percaya dan semangat laaaah. Termasuk cita-cita yang harus di tulisin. Beh udah terbukti lah ini ya. Ada penelitiannya tapi gue belum baca secara detail. Intinya dilakukan tes di univ gtu, mahasiswa yang nulisin cita-citanya gajinya lebih gede setelah beberapa tahun lulus dari yang kaga nulisin tuh cita-citanya. Beh kan gokil nih. Penjelasan seru secara scientifiknya banyak ko di google.

2. Nulisin Cita-Cita harus realistis dan terukur.

Gue percaya slogan adidas yang imposible is nothing. Karena emang segala sesuatu yang kita inginkan pasti bisa dapetin kalo kita berusaha dan kerja keras. Emang rada klise sih tapi terbukti ko banyak yang udah membuktikan. Tinggal lo aja jangan males nyari informasi untuk cari tau siapa aja yang udah membuktikan hehe. Nah maksud gue ketika lo menulis sesuatu yang lo inginkan. Kalo bisa terukur, kapannya. Caranya dan hal-hal yang mendukung tuh cita-cita, atau sesuatu yang lo inginkan. Biar efektif. Tapi kalo mau ga realistis juga bisa sih. Soalnya ada yang punya cita-cita ga realistis dan belom tau jalannya. Bisa juga ngedapetinnya. Tapi dengan perjuangan yang luar biasa. Karena dari perjuangan kerasnya mereka mendapatkan dan belajar cari tau cara yang realistis untuk dapetin yang mereka inginkan. Akhirnya sampe deh sama cita-cita yang diinginnkannya. Kalo kata tan malaka mah

Terbentur, Terbentur, Terbentuk!  

3. Berani tanggung jawab sama mimpi lo!

Segala sesuatu yang kita lakuin emang wajib kita tanggung resikonya. Haha. Maksud gue ketika lo udah nulis tuh mimpi. Lo harus tanggung jawab untuk terus ngejar mimpinya jangan sebatas tulisan doang. Ga guna jadinya. Cuman omong kosong jadinya kalo hanya sebatas tulisan dan gaada actionnya.

Ya intinya jagan takut bermimpi. Dan tulisin mimpi lo! Sans ae.

Memanfaatkan Secara maksimal Social Media.

August 24, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Sekarang ini gue lagi di tugasin untuk jadi social media planner, marketing, dan creative content. Eak keren banget. Padahal mah jadi kacung yang ngurusin sosmed, gitu weh wkwk. Becanda. Tapi ini seru banget! Karena gue emang suka banget sama socmed walaupun pasti ada hal positif dan negatifnya. Dan mari yuk belajar dengan ber-socmed ala dagelan.

Kenapa dagelan?

Ya menurut gue sih, dagelan punya followers yang sangat banyak di indonesia. Walaupun ga selalu followers jadi tolak ukur kesuksesan di socmed.

Dagelan berbagi rahasia sukses di media sosial

Tidak dipungkiri lagi bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang sangat gemar menggunakan media sosial. Di akhir tahun 2014 kemarin, jumlah pengguna layanan media sosial Facebook di Indonesia mencapai lebih dari angka 70 juta dan Twitter mencapai lebih dari 20 juta pengguna. Melihat tren ini, tentunya akan sangat penting bagi Anda untuk memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sebuah sarana marketing atau brand awareness untuk startup yang Anda miliki.

Untuk berbagi wawasan tentang bagaimana startup Anda bisa memaksimalkan layanan media sosial ini, Danny Syah, Chief Marketing INFIA dan Dagelan menjelaskan beberapa tips agar startup yang Anda miliki bisa mempunyai sebuah akun media sosial yang aktif dan tentunya akan membuat traksi startup yang Anda miliki semakin bagus. Dagelan sendiri merupakan sebuah akun Instagram yang populer di tanah air. Dengan jumlah follower mencapai angka 2,8 juta, Dagelan mengukuhkan diri sebagai salah satu akun Instagram yang paling banyak di-follow di Indonesia.


Tips sukses di media sosial untuk memperbanyak jumlah follower

Follower yang banyak sering diasosiasikan dengan kesuksesan sebuah akun media sosial. Hal ini memang tidak sepenuhnya benar karena ada kemungkinan beberapa follower merupakan akun fiktif. Namun, angka tersebut bisa menjadi acuan awal sebelum akhirnya orang melihat apa yang ditawarkan oleh akun media sosial yang Anda miliki. Untuk memperbanyak jumlahfollower, Danny menjelaskan beberapa tips seperti:

Gunakan pemberitaan dari mulut ke mulut

Untuk memiliki follower banyak, hal yang paling efektif adalah ketika banyak orang yang membicarakan kehadiran akun Anda (word of mouth), cara sederhananya adalah dengan melakukan share konten atau info di jaringan terdekat yang Anda miliki terlebih dahulu. Jika konten menarik, tak menutup kemungkinan konten tersebut akan di-share ulang di jaringan masing-masing teman Anda.

Penentuan konten

Konten adalah jantung dari media sosial. Dengan konten yang tepat, maka peluang mendapatkan follower yang banyak akan semakin tinggi. Sebelum membuat sebuah konten, Danny menyarankan Anda menentukan tujuan si konten itu sendiri:

1. Shareable Content

Jenis konten ini memancing pembaca untuk melakukan share pada jaringan yang mereka miliki. Konten ini pula yang akan mempercepat pertumbuhan akun media sosial yang Anda miliki.

2. Tag Your Friend Content

Tag Your Friend Content adalah konten yang memancing orang lain untuk tag atau mentiontemannya tentang isi konten tersebut. Hal ini akan efektif jika orang yang di-tag atau di-mention adalah orang yang belum tahu keberadaan akun media sosial Anda. Dengan demikian, ketika mendapatkan tag atau mention tersebut, besar kemungkinan sang pengguna akan mem-follow akun Anda.

3. Daily Content

Penentuan konten harian juga harus diperhatikan, sebisa mungkin jangan selalu menampilkan post tentang satu tema. Sebagai contoh kasus, Danny menyebutkan bahwa Dagelan sebagian besar menampilkan post konten-konten lucu. Tapi untuk menyiasati kebosanan, Dagelan menyisipkan konten-konten lain seperti tips, berita, kuliner, dan lain-lain.

Aspek pendukung lainnya

Selain faktor konten dan brand awareness, Danny juga menegaskan pentingnya faktor pendukung lain yang sifatnya tidak menentu, dan faktor-faktor kecil yang mungkin Anda lewatkan karena merasa tidak penting.

1. Momentum

Ketika ada muncul tren baru, seperti tren Bekasi dan Ada Apa Dengan Cinta beberapa waktu lalu, ikuti momentum tersebut dengan menampilkan konten yang relevan.

2. Jumlah post

Tentukan jumlah minimal post anda per hari, misalnya 20 post per hari. Menurut Danny, ketika Dagelan melakukan uji coba, jumlah post juga menentukan pertumbuhan follower per harinya.

3. Konsistensi

Ketika Anda sudah menentukan jumlah minimal post per harinya, Anda harus konsisten terhadap angka tersebut karena akan muncul ekspektasi dari para follower untuk mendapatkan konten baru.

4. Interaksi

Interaksi dengan follower juga penting untuk meraih engagement. Anda bisa memakai cara seperti mengajak orang-orang untuk mengikuti tantangan dari Anda atau lain sebagainya. Di Dagelan & Infia sendiri, mereka berusaha melakukan komunikasi tiga arah: bagaimana perusahaan bisa berkomunikasi dengan follower, follower dengan perusahaan, dan bagaimana caranya follower bisa berinteraksi dengan follower yang lain.

Anda harus meluangkan waktu untuk membalas komentar dari follower, karena follower akan merasa bangga dan lebih bersimpati jika komentarnya dibalas oleh suatu akun perusahaan. Hal ini juga menciptakan efek “memanusiakan” akun media sosial Anda.

5. Kreativitas

Terus mengeluarkan konten atau terobosan baru yang kreatif sehingga follower tidak akan bosan berkomunikasi dengan akun Anda di sosial media.


Baik itu sebuah startup yang ingin memiliki akun media sosial dengan tingkat user engagement tinggi, ataupun individu yang ingin mempunyai akun media sosial terkenal dan ingin diikuti oleh banyak follower, tips ini akan sangat berguna bagi Anda. Atau mungkin Anda mempunyai saran tambahan? Sampaikan pada kolom komentar di bagian bawah.

Sumber : https://id.techinasia.com/dagelan-berbagi-tips-mendapat-banyak-follower-media-sosial

Sembunyikan Amalanmu!

August 19, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Yak hari ini as usual gue ngisi mentoring. Bahasa kerennya liqo. Nah, gue kadang jiper abis waktu mau berangkat. Karena terngiang-ngiang di kepala gue tentang konsep.

“Kaburo maktan indallahi antaquluu maalaa taf ‘aluun”

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
(QS As-Shaf : 3)

Kalo bahasa guenya yang mucul di dalam hati. “bacot doang nih lu. Masih sering maksiat ge, berani-beraninya ceramah macem ustadz. Inget coy orang munafik itu masuk neraka!”

Waduh.

Bisa aja sih gue sepik sakit, ada agenda, atau tiba-tiba ngilang terus ga dateng ngisi. Tapi karena ini amanah ya, dan yang ngasih amanahpun percaya sama gue kalo gue bisa. Masa gue cupu dan ga ambil tantangan ini terus malah menghindar. Ga gue banget.

Jadi gue selalu ngingetin ke anak-anak liqoan gue. Kalo gue cuma menyampaikan apa yang Al-qur’an bilang. Apa yang hadits shahih bilang. Jadi jangan liat siapa yang ngomong. Even yang ngomong orang tatoan sekalipun. Kalo kata Al-qur’an itu, yaudah sami’na waato’na. Jangan liat orangnya. Gitu.

Tapi, gue juga berusaha sekuat mampus lah gila untuk ngejalanin apa yang gue omongin. Wah berat bener dah.

Oke intronya kepanjangan. Haha. Jadi materi yang gue kasih hari ini. Tentang menyembunyikan amal. Biar gak masuk ke dalam kategori riya kali ya maksudnya. Tadi seru abis sih kita diskusinya. Kita sharing-sharingnya. Ohiya, satu lagi. FYI gue kalo diskusi selalu berusaha untuk mereka berpendapat dulu, mereka kasih statemen dulu baru gue. Soalnya gue pengen kita kaya seumuran/sederajat aja. Walaupun ya emang gue lebih tua 5tahun dan diposisikan untuk jadi murrobi, macem gurunya lah.

Oke materinya ini :

https://rumaysho.com/656-tanda-ikhlas-berusaha-menyembunyikan-amalan.html

Panjang banget men kalo gue copy kesini. Dibaca sampe abis ya! Jangan cuma scroll-scroll kebawah aje.  Jadi ya intinya jangan riya lah ya. Dan selalu niatkan tulus untuk ridho Allah, dan kebaikan umat manusia juga kemudian masih banyak lagi.

Dan juga gue sering di kritik. Eh ga sering sih. Ada lah yang nge kritik. Gue sangat berterima kasih. Kalo misalnya tulisan-tulisan gue yang ada di blog ini, masih belom lurus secara keislamannya. Masih liberal dan sekuler lah kali ya maksudnya. Oke, dari situ gue belajar untuk lebih berhati-hati, lebih cerdas lagi dalam menulis. Yang ujungnya semoga tujuan dari tulisan-tulisan gue nyampe. Sesuai prinsip dan kebenaran yang gue pegang.

Tapi gapapa sih kalo ada yang mengira tulisan-tulisan di dalam blog ini belum lurus secara keislaman dan kesannya liberal. Karena emang tulisan-tulisan dalam blog ini tujuannya untuk masuk ke temen-temen yang gaul, gokil, ammah etc. Dan paham kalo islam liberal, sekuler itu serem coy! Jadi gadapet kesan sholeh dari temen-temen yang kayanya sholeh ya gapapa. Haha. Berarti gue berhasil untuk dapet kesan liar dan nakal. Padahal tujuannya bukan itu. Ohiya semua sosmed gue isinya sama kaya di blog. Otomatis kesannya sama dengan di blog.

But Thanks! Gue akan terus belajar. Dan semoga nyampe ketujuan. Yang gue udah buat.

Stay wild! Tapi tetep santun….

(Dr. Gamal albinsaid)

Sastra Dan Fisika.

August 19, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Yak ini adalah kebiasaan yang kayanya buruk. Me-repost tulisan di blog sendiri. Dan tidak menulis atau tidak dengan karya tulisan sendiri yang ditampilkan. Tapi apa daya. Gapapa kali ya. Alasannya, tulisan yang gue repost. Super duper inspiring, keren dan luar biasa gokilnya. Jadi ya.. Sans aja. Haha. Gue hanya ingin berbagi hal yang menurut gue keren kepada yang nyasar, atau beneran niat dateng ke blog ini. Cekidot.

                       Sastra Dan Fisika.

Berawal dari kabar mengenai Sapardi Djoko Darmono yang tengah terbaring sakit (semoga beliau diberi kesembuhan), saya teringat satu bait yang sangat terkenal milik Sapardi :

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu”

Saya tersentak ketika pertama mendengar bait puisi “aku ingin” diatas oleh Sapardi Djoko Darmono, sekian tahun silam. Dan sejak saat itu saya mengidolakan Sapardi. Jika puisi rendra “membakar” maka bait2 sapardi “meneduhkan”. Satu kombinasi yang apik bagi aktivis-aktivis muda yang siangnya berjibaku dengan kata2 perjuangan namun malamnya saling berkeluh kesah tentang skripsi yang tak kunjung tuntas, kuliah yang harus diulang atau percintaan yang kandas.

“Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Kata orang patah hati adalah inspirasi besar karya sastra. Terlepas dari benar atau tidaknya statement ini, setidaknya bagi saya pengalaman patah hati lah yang mengenalkan saya pada dunia sastra. Cinta yang tak tersampaikan saat SMP dulu membawa saya ke dunia sastra minang. Nyaris semua novel minang populer seperti sengsara membawa nikmat, salah pilih, salah asuhan, atheis dsb habis saya lahap. Saya jatuh hati pada indahnya tutur melayu para sastrawan minang.

Saat itu saya juga mengagumi trilogi Ronggeng dukuh paruk nya Ahmad Tohari. Ahmad tohari melukis dengan apik suasana desa yang syahdu, disamping kemuraman situasi sosial politik kala itu lewat tokoh si Srintil. SMP memang masa awal saya berkenalan dengan dunia sastra, juga masa awal saya mulai memahami identitas ke”Jawa” an saya. Selain hapal alur cerita 18 Parwa Mahabharata, saya juga tekun mengikuti majalah “panjebar semangat”; majalah berbahasa jawa yang didirikan sejak tahun 1933 oleh soetomo (pendiri budi utomo).

Memasuki SMA, saya bergelat dengan bentuk sastra yang lain : Fisika. Bagi saya Fisika dan Sastra hanyalah dua sisi berbeda dari satu koin yang sama.

Fisikawan pada dasarnya adalah seorang seniman atau sastrawan. Fisikawan memandang alam semesta dengan pemaknaan penuh atas keindahan dan harmoni yang sempurna. Jika Seorang pelukis mengungkap keindahan semesta dengan kanvas dan tinta, maka fisikawan menghayati keindahan semesta lantas mengungkapkanya diatas persamaan matematika.

Alkisah ketika pertama kali muncul persamaan Maxwell, ada yang berkomentar :”Apakah seorang Dewa yang menuliskannya?” komentar ini adalah spontanitas seorang fisikawan selepas melihat persamaan Maxwell yang simetri, rapi dan tersusun indah serta komprehensif. Sebagai tambahan, seorang fisikawan biasanya adalah seorang yang Romantis; seseorang yang mampu mengungkap keindahan dan harmoni yang terselubung melalui bahasa matematika tentunya juga mampu mengungkapkanya lewat untaian kata.

Sahabat Umar Bin Khatab pernah memberi Nasihat :

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu
Agar mereka berani melawan ketidak adilan.

Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu
agar mereka berani menegakan kebenaran.

Ajarkanlah sastra pada anak-anakmu
agar jiwa-jiwa mereka hidup.

Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu.
Sebab sastra akan mengubah yang pengecut menjadi pemberani.
(Umar bin Khattab)

Dan sekali lagi, Sastra dan Fisika pada dasarnya serupa.

Fisikawan adalah seorang yang humanis. Seseorang yang bisa menghargai semesta yang mati tentunya mampu menghargai yang hidup. Humanisme ini tercermin dalam keseharian beberapa tokoh fisika. Einstein menangis bersama beberapa fisikawan lain saat Jepang di Bom. Kemudian mereka berseloroh :”Manusia tidak pernah tahu apa yang dilakukannya!” Abdus Salam menyumbangkan hadiah nobelnya guna membangun ICTP yang spiritnya adalah menjembatani kesenjangan antara barat dan timur. Demikian pula dengan Chen nin yang, Yukawa, Plank dan sebagainya.

Fisikawan adalah seorang yang keras kepala, tak pernah menyerah dalam menggapai impian. Kepler menunggu hingga 20 tahun untuk sampai pada perumusan ketiga hukumnya. Masatoshi Kosiba bukan seorang yang cemerlang, dia harus berjuang keras sampai akhirnya ia mendapat nobel atas penemuan Neutrino. Currie harus menempuh sekian kilometer ketika harus “nyambi” ngajar demi mensupport pendidikan dia, mengolah berton bahan dengan tungku panas untuk sekedar mendapat beberapa gram radioaktif.

Fisikawan adalah pahlawan pembela kebenaran. Galileo harus menerima tahanan rumah karna mempertahankan keyakinannya akan heliosentris. Seringkali seorang fisikawan juga memiliki karakter yang kuat dan pribadi yang unik. Dirac sang jenius pertapa, Feynman yang eksentrik atau Schrodinger sang jenius pecinta. Juga Bohr yang disegani karena kesahajaan dan kepemimpinannya.

Saya teringat bait cantik lain milik Sapardi :

Sajak kecil tentang cinta

mencintai angin harus menjadi siul
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjelma aku

Larik terakhir sangat menyentak : Mencintai-Mu, harus menjelma aku. Mengingatkan saya akan “Barang siapa mengenal dirinya niscaya akan mengenal Tuhan nya”.

Karena Fisikawan pada dasarnya juga seorang Filsuf. Dibalik formula matematika yang njelimet serta kompleksitas alat eksperimen, tersembunyi Hasrat manusia merdeka yang meyakini Bahwa alam semesta digerakan oleh hukum yang sederhana, berjalan dengan simetri yang luar biasa, serta harmoni yang membentuk keindahan dan keagungan.

oleh : Zulkaida Akbar

#FansGarisKeras

August 16, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Yow. Wazzup. Eak.

Yak selain gue pemales tingkat ngaco. Gue mencoba memaksakan diri kembali untuk melakukan yang kayanya produktif dan bermanfaat. Yakni berlatih menulis lebih rajin lagi. Yoh. Ngeblog ayolah go-blog lagiiiihhhh. Mangatse. Kemudian tidur kembali. Karena kemalasan akut menyerang. Halah.

Ingin #isengseriussenang menulis tentang hastag #fansgariskeras. Kenapa? Soalnya buanyak banget hal yang menurut gue sangat keren sekalih di dunia ini. Yang sangat menginspirasi. Sangat berpahala sekali. Sangat mengesankan sekali. Sangat-sangat gokil sekali. Sangat-sangat bikin nangis (karena gua anaknya melankolis). Sangat-sangat ajiiieb. Dan sehingga gue terkesima. Dan sangat-sangat ingin mengapresiasi hal-hal tersebut. Mungkin dengan adanya topik tulisan di blog ini tentang #fansgariskeras. Gue bisa bener-bener mengapresiasi kekerenan itu semua. Walaupun mungkin tulisan di blog ini ada yang bilang sampah. Huahahaha. Tapi karena gue anaknya sans. Gue akan tetap nyampah di blog ini. Becanda, tetap dan terus menulis maksudnye. Walaupun sampah wkwkwkw. Hehe. Karena skill nulis gue masih sangat acakadut makanya latihan di blog ini.

Sebenernya, wajib banget yak kita nge-#fansgariskeras sama rasul kita. Muhammad saw. Tapi pasti gabakal muat di blog ini. Dan masih banyak tulisan-tulisan keren tentang baginda Muhammad saw. Jadi gue kayanya masih belom mampu untuk menuliskannya. Dan gue sangat nge fans abis sama beliau. Karena nge fans aja kita bisa dapet pahala coooy. Gile kan yak. Di akhirat dapet syafaat, pertolongan dan hal-hal keren lainnya. Jadi wajib sih nge fans sama beliau, ikutin gayanya, ikutin cara-cara beliau. Sampe ke hal yang sepele macem makan dengan tangan kanan dan cara ceboknya abis boker. Beuh gabisa dah kekerenannya menurut gue di tafsirkannya dengan kata-kata. Yaiyalah doi orang yang berpengaruh di dunia saat ini!

Tadinya gue mau nulisin tentang gue yang nge-fans abis sama. Emak, Bokap, Tulus, Endank soekamti, kang indra, the 1975. teza sumendra, erdogan, chandraliow, yusuf mansyur, William singe, erix soekamti. Ebuset banyak amat yak? wkwkw. Yaudah lah yak akhirnya karena gue pusing. Gue putusin deh untuk yang gue bahas satu aja! Daaaaan… Yang mau bahas adalah naam acapella.

Nah, kenapa naam acapella karena group vocal band ini udah berdiri sejak tahun 2003 coy! Gils sudah indie sejak tahun segitu waktu gue masih sd kelas 2. Gue selalu salut sama band-band atau bentuk musisi yang lainnya yang indie. Yang berdiri di atas kaki sendiri. Dan merdeka dalam berkarya. Ga salah sih masuk label. Tetep keren juga. Macem isyana sarasvati, sheila on 7 dan lainnya.

Tapi… Indie keren menurut gue ya karena semua aktivitas dalam industri musik di urusin sendiri. Dari mulai marketing, rekaman, persiapan performance. Dan masih banyak aktivitas lainnya diurusin sendiri. Kenapa yang ngebuat gue selalu liat kekerenan di dalam band/bentuk lainnya musisi indie. Ya soalnya kalo di label. Si artis ga mikirin tuh hal hal kecil macem itu. Doi fokus aja di performance dan nyanyinya mungkin. Karena di label biasanya udah ada tim solidnya yang profesional. Gitu.

Tapi ya, naam acapella ini keren menurut gue lagi karena konsistensinya bemusik yang luar biasa. Karena susah meeen ngejaga keisitiqomahan (bahasa kerennya konsisten) selama  rentang waktu segitu buat bermusik, berkarya dan seneng-seneng lainnya. Terus salutnya lagi konsisten juga membawakan lagu-lagu positif. Yang sesuai sama prinsip. Gokil. Juga, personil-personilnya humble pisan. Bayangin aje, waktu gue SMA gapunya tim nasyid. Gue di ajakin men jadi additional ngisi bagian beatbox/drum di acapella gils. Padahal masih banyak yang lebih keren dan ajib lah. Tapi gue yang di ajakin, anak sma yang masih ingusan ga mumpuni skillnya. Edan.

Walaupun begitu keren, naam acapella tapi masih ada juga kekurangannya. Karena kekurangan itulah yang membuat terus belajar dan bikin nambah keren kedepannya. Yoi ga?

 

 

 

Liqo.

August 14, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Mager ngetik ya begini… Screenshot-screenshotan. Huahahahaha semoga bermanfaat yaa.

123

Yak terima kasih broh! Semoga ane semangat mengisi dan kalian juga semangat datang huahahahaha. Keep Istiqomah! saling menjaga yak kitaaa..

Nasyid.

August 8, 2016 § Leave a comment

Assalamualaikum,

Sekilas latar Belakang nasyid: Nasyid sudah ada sejak masa rasulullah SAW. Momen nasyid pertama kali dikumandangkan adalah ketika terjadi hijrah dari Mekah ke Madinah. Nasyid klasik yang pertama kali diperdengarkan adalah Thola’al Badru. Nasyid memiliki karakter dan memiliki ‘pakem’ yang terjaga sejak masa lalu sampai sekarang. Nasyid mulai ada di Indonesia sejak tahun 1990-an ditandai dengan kemunculan tim nasyid Tauhid lalu diikuti oleh SNADA, Harmoni, Izatul Islam dan lainnya.

Definisi: Nasyid adalah seni islam yang memiliki misi dakwah dengan penekanan pada aspek syair, munsyid (orang yang bernasyid) dan karakter keislaman lainnya

Beberapa Jenis nasyid yang berkembang di Indonesia: nasyid perjuangan, nasyid acapella, nasyid puji2an dll.
Beberapa batasan mengenai bernasyid:

Misi dakwah

Hal ini merupakan unsur utama nasyid dengan kaidah ‘aslih nafsak wad’u ghoirok’ (perbaiki diri ajak orang lain). Nasyid tidak akan memiliki wajah aslinya kalau hanya dibawakan tanpa memahami karakter ini. Bukanlah nasyid kalau hanya sampai pada mulut saja apa yang disampaikan lewat syair nasyidnya. Bukan pula nasyid kalau hanya sekedar komposisi musik saja yang utama. Nasyid bisa berkomposisi macam-macam mulai dari dangdut sampai jaz, irama padang pasir sampai irama musik tradisional, musik etnis sampai musik dunia.

Syair

Syair memiliki peran penting yang membedakan nasyid dengan kesenian islam lainnya bahkan dengan musik religi. Syair nasyid harus memiliki nuansa mengajak (sebagaimana dakwah pada galibnya), menggugah orang untuk berhijrah dari keburukan kepada kebaikan, dari kesesatan kepada hidayah, dari kelalaian kepada ketaatan, dan dari malas-malasan kepada bersungguh-sungguh. Selain itu syair nasyid juga harus membuat orang semakin mencintai Allah, rasul, islam dan hal-hal lain yang tercakup didalamnya. Syair nasyid bisa bernuansa humanis, relijius, humanis relijius atau sosial yang kesemuanya didasari kepada ‘menuju kebaikan dan rahmat Allah’.

Munsyid

Munsyid sejatinya adalah seorang da’i yang sedang mengajak orang pada kebaikan, menjauhi kemunafikan, menjaga fitrah dan semua unsur yang terkandung dalam makna da’i (penyeru). Hal itu harus menjadi karakter, oleh karena itu kebiasaan dan perilaku seorang munsyid harus sama apakah sedang diatas panggung atau diluar panggung. Apatah lagi seorang munsyid adalah da’i di tengah masyarakatnya. Bukanlah munsyid bila diatas panggung begitu santun, turun panggung menenggak minuman keras. Bukan pula munsyid apabila diatas panggung berbaju rapih, bahkan koko taqwa begitu turun panggung pakaian metal dengan gambar dan asesorisnya yang tidak pantas/bertentangan dengan norma islam. Bukan munsyid bila kelompok akhwat diatas panggung berpakaian layaknya seorang muslimah taat, begitu turun panggung berpakaian ketat, bahkan lepas jilbab. Termasuk juga bukanlah tim nasyid apabila para munsyidnya tidak bisa menjaga norma keislamannya dengan misalnya bersalaman, apalagi bergandengan tangan dengan yang bukan muhrimnya.

Suasana

Suasana adalah kondisi yang memberikan perbedaan nasyid dengan musik lainnya atau lagu religi pada umumnya. Nasyid tidak tepat dibawakan dimana terjadi percampuran laki-laki dan perempuan dalam rangka kemaksiatan kepada Allah. Pesta dansa disertai minuman keras, bar-bar, klub malam bukan tempat dan suasana yang cocok bagi nasyid untuk ditampilkan. Nasyid tidak boleh bersifat melenakan sehingga membuat orang lupa diri dan hanya teringat kepada pemunsyid ketimbang makna nasyid yang dibawakannya. Sejalan dengan ini maka bukanlah nasyid kalau antara tim nasyid laki-laki dan perempuan dikompetisikan satu sama lain. Apalagi kalau satu tim terdiri dari perempuan dan laki-laki karena pastilah ini bukan kelompok nasyid.

Demikianlah beberapa hal seputar nasyid yang patut dipahami oleh kita semua, semoga bermanfaat. dna management.

From : Grup Whatsapp

Where Am I?

You are currently viewing the archives for August, 2016 at eibidifaiq.