Batu!

April 5, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Yak gue punya sifat keras kepala. Kayanya mirip banget kaya bokap gue. Setelah dipikir-pikir sifat ke gini ada bagusnya. Gue ga gampang ngalah. Ga gampang terima-terima aja. Wajib kritis abis. Dan yang paling keren (mungkin) ga gampang menyerah kalo punya pendapat dan harus pendapat / ide itu terealisasi.

Tapi apapun itu, kalo berlebihan pasti ga baik. Mau berbuat baik ke. Kalo berlebihan gabaik. Misal berbuat kebaikan sampe ga mikirin diri sendiri. Sampe ga makan mungkin saking ingin memberikan kebaikan bagi seseorang. Nah, termasuk sifat keras kepala ini juga. Kalo berlebihan, gabaik. Bisa bisa gamau nerima kebenaran saking keras kepalanya. Gamau minta maaf duluan saking keras kepalanya, padahal dia yang salah.

Gamau nerima kebenaran, padahal udah jelas pendapatnya salah secara data saintifiknya. Gamau dikritik! Gamau ah sudahlah. Semoga gue mempunyai sesuatu yang ga berlebihan dan sekadarnya aja. Amin!

Saya Tak Berdoa Untuk Paris!

November 16, 2015 § Leave a comment

saya tak berdoa untuk paris!

Kemarin, beberapa saat setelah terror Paris, seperti kebanyakan orang, saya mengunggah gambar “Pray for Paris”. Seolah saya turut bersedih. Seolah saya turut berdoa. Padahal tidak!

Pagi ini saya memutuskan untuk menghapus gambar-gambar itu dari beberapa akun media sosial yang saya punya. Saya tidak berdoa untuk Paris. Tak. Dan mengapa saya harus melakukannya? Mengapa saya harus mengutuk sebuah kejadian di mana seekor anjing yang dilatih untuk menyerang orang lain menggigit teman dari tuannya sendiri?

Saya bosan dengan semua sentimen Islamofobik yang memojokkan Islam. Saya muak dengan semua permaianan politik tingkat tinggi yang dirancang sedemikian rupa untuk mencitrakan Islam sebagai agama teror. Saya jengah dengan semua pemberitaan yang menggiring kesadaran publik pada keyakinan bahwa Islam adalah biang kerok di balik semua petaka yang menimpa dunia.

Sementara kita sering mengabaikan betapa Amerika Serikatlah yang punya andil besar untuk membentuk dan mempersenjatai ISIS. Dan apakah ISIS adalah representasi Islam dan kaum Muslim? Tentu bukan!

Kita lupa bahwa negara-negara Barat juga punya andil penting dalam berbagai peperangan yang terjadi di belahan bumi lainnya. Siapa yang tak terlibat dalam genosida paling terstruktur di Palestina? Dan berapa banyak negara Barat yang tak turut mengirimkan pasukan bersenjata untuk menghancurkan Irak dan Afghanistan? Sedikit sekali!

Betapa naif jika kita hanya mengutuk ISIS sementara melupakan kejahatan perang yang dilakukan Amerika Serikat dan negara-ngara Barat lainnya di aneka belahan dunia? Jika memang mereka tak suka kejahatan terhadap kemanusiaan, jika mereka mengutuk semua aksi pembunuhan terhadap warga sipil yang tak bersalah, tak usah melihat apa agama si pelaku teror. Tak usah tebang pilih! Kutuk dan bencilah semuanya: Semua yang menbunuh, semua yang melakukan kejahatan kemanusiaan, adalah musuh kita semua!

Hentikan semua produksi senjata. Tarik semua pasukan dari daerah perang. Sungguh-sungguhlah dalam menciptakan perdamaian dunia–yang bukan cuma retorika. Berhentilah merasa menjadi pejuang kemanusiaan padahal di saat yang sama melakukan pembunuhan lainnya atas nama kemanusiaan.

Mengapa begitu mudah membuat aksi solidaritas untuk mendukung negara tertentu, sementara begitu sulit menyatakan dukungan untuk negara-negara Muslim yang jutaan warganya menjadi korban setiap tahunnya? Mengapa takut dan enggan untuk membela orang Islam? Mengapa harus selalu sama dengan sikap Amerika dan negara-negara sekutunya? Mengapa media begitu tak adil sekaligus hipokrit?

Saya tak berdoa untuk Paris. Meski saya bersedih atas kematian dan korban yang jatuh dalam tragedi 13 November lalu di sana. Saya mendoakan mereka sebagai sesama manusia. Saya berdoa untuk kemanusiaan kita, juga untuk kenaifan dan kebodohan kita melihat situasi yang sedang terjadi. Semoga kita semua sadar bahwa ini bukan tentang Paris saja. Saya berdoa untuk semua tragedi kemanusiaan di belahan dunia manapun. Saya mengutuk semua yang melakukan teror dan kejahatan terhadap kemanusiaan, apapun agamanya.

… Dan, ya, terorisme tak punya agama!

FAHD PAHDEPIE

Demo Itu Asyik!

March 24, 2015 § Leave a comment

Bismillah.

Tulisan ini gue khususkan untuk bapak dan teman-teman yang ternyata suka baca dan fudulin medsos gue. Hahaha izin dulu yak pak. Ternyata bapak suka fudulin medsos aku sampe marah-marah kemaren.

Maaf pak kemarin aku memang salah. Dan memang tidak etis untuk mengikuti aksi demo bersama anak ui hari jum’at kemarin. Tapi aku sudah mempersiapkan semuanya, manajemen resiko dan lain hal ketika sesuatu hal terburuk itu terjadi. Dan alhamdulillah aku kembali ke rumah dengan sehat wal afiat dan bersyukur bisa merasakan manfaat yang luar biasa dari demo/aksi kemarin. Sekali lagi aku minta maaf karena aksi yang menurut bapak sangat tidak pantas dan bisa menyebabkan sesuatu hal buruk terjadi. Aku minta maaf pak. Semoga hal yang menurut bapak tidak baik, tidak aku lakukan kedepannya. Semoga.

30081

Demo itu asyik ternyata loh. Kaya nonton dbl. Nyanyi di jalan dan merinding!!

Kenapa mahasiswa harus turun ke jalan?

OH GINI MAHASISWA SEKARANG!
Kritik pedas @udayusuf kepada MAHASISWA SEKARANG

Selamat Malam dunia 🙂

Malam ini, ada pertanyaan menggelitik, kemana ya para mahasiswa ? #kemana

dinamika ekonomi Indonesia kian terasa, harga bergejolak, subsidi tiada lagi, rupiah tak lagi gagah, partai politik di pecah belah #kemana

Tapi tak tampak ada gerakan mahasiswa yang -bahkan- sekedar mengkritik atau mengingatkan pemimpin bangsa

entah apa yang terjadi, mahasiswa secara umum masuk zona nyaman yg berdampak tak peduli jeritan sekitar. melihat rakyat hanya di kota

masih belum terima kenyataan kalau bahkan suara kritik dan mengingatkan itu tak lagi lantang. kita tak bicara demonstrasi jalanan ya bung.

suara mahasiswa yang sejatinya menjadi salah satu suara harapan kini lesu senyap tak terdengar. sedih. mahasiswa mengimpotensikan diri

mahasiswa kok begitu ya ? apakah sudah nyaman ya kuliah di kampus megah dan lupa bahwa salah satu tugasnya untuk selalu menjaga rakyat

jas almamater. dulu aku bangga kenakan ketika bergejolak di jalan. kini tampak perlente dalam sorotan televisi

mahasiswa lebih bangga duduk manis di acara talkshow dan sekedar tepuk tangan. ketimbang berdiri tegak bersama suara rakyat

atau jangan-jangan idealisme itu cukup sebatas duduk dan tepuk tangan saja ? segitu sajakah aktualisasi idealisme muda saat ini ?

gak jauh beda di almamater saya, mahasiswa berlagak paling gagah membahas konsepsi organisasi tanpa sadar konsep dasar aktivitsme mahasiswa

kalau ketika mahasiswa saja tak peduli . bagaimana nanti setelah selesai kuliah ? mau jadi makhluk individualis yang semua diatur oleh robot

saran ku sih, jas almamater gak perlu lagi di bagikan ke mahasiswa. cuma bikin malu saja. mending kasih seragam belajar yang ciamik

BEM BEM yang ada di kampus mending bubar ajalah. bikin malu bangsa

entah kenapa mahasiswa sekarang udah merasa keren dengan hanya sekedar mengkaji peraturan dalam organisasi. lupa tanggung jawab sama rakyat

curiga saya, mahasiswa udah lebih birokratis dari birokrasi kita sebelum reformasi.

saya hanya bisa bersyukur tidak jadi mahasiswa di era saat ini. dulu masih banyak kesempatan aktualisasi. belajar dekat dgn rakyat

saya mah gak berharap mahasiswa demo sekarang,tapi tolonglah bersuara akan dinamika ekonomi yg terjadi.jangan pura-pura gak terjadi apapun.

jangan karena melihat java jazz penuh maka kita menganggap negeri ini tidak menjerit.

rupiah melemah gak ada dampaknya? iya buat kamu yang uang jajan masih disiapin setiap saat.

harga naik tidak pengaruh ke konsumsi masyarakat? kata siapa? kamu coba blusukan ke pasar-pasar, jangan cuma main hastag aja

subsidi BBM di cabut gak ganggu apapun kok ? eh bos. buka tuh kepala. harga naik krn BBM naik harganya.

bahkan kritikan di media minim. nulis gak mau. diskusi publik gak ada. kemanaaaa ?

okelah demo udah kampungan <– kata mahasiswa jaman sekarang. terus bentuk ekspresi kamu apa donk ? nulis juga males. diskusi sepi.

sekarang, saya kritik mahasiswa. kok malah anti kritik.zaman berubah bro. jangan anti kritik lah. udah reformasi ini. buka mata kalian!

jangan mahasisa berpikir mengubah bangsa ini cukup hanya dengan hashtag save save an

itu anggota DPR pada begitu karena kalian pada golput kemarin. jadi jangan sok sok an protes lah

logika mahasiswa : subsidi dicabut penuh itu bagus. <– mikir lah. emang semua orang kaya. amerika aja pake subsidi.

harga minyak di amerika, semakin ke tengah semakin murah, ada subsidi. krn bukan daerah penghasil minyak dan akses mahal. di subsidi tuh

jadi. kamu jangan latah bilang subsidi di cabut buat pembangunan itu bagus.

ini negara berkembang bos. subsidi tetap penting adanya.

kemana mahasiswaaaa ? #semuaterdiam

ikutan gaya mahasiswa sekarang —> #SaveIndonesia #SaveHargaBBM #SaveAsControlDelete

apa gw perlu turun ke jalan lagi nih ?

ah sudahlah. saya hanya gatel aja lihat kesunyian yang ada. mungkin saya terlalu kolot akan logika mahasiswa sekarang.

kata orang. setiap zaman punya cerita masing-masing. mungkin memang zaman sekarang begini ceritanya. kita nikmati saja dengan secangkir teh

{Timpalan dari @kangrendy}
Mhasiswa habis energi dihajar 140an sks tanpa ampun, harus cepat lulus, habis lulus, harus segera banyak duit, no time for nation @udayusuf

Sibuk, batas kuliah pendek, persaingan industri keras RT @udayusuf: Malam ini, ada pertanyaan menggelitik, kemana ya para mahasiswa ?

Ini orang pernah debat dengan SBY langsung.. pas rapot 100 hari.. dosamu aku ingat cup.. hehehe… @udayusuf
Mantan Presma ITB

Tuhan Ga Adil, Bunuh Diri Aja Lah!!

February 7, 2015 § Leave a comment

depresi-239x300

Bismillah

Kemarin gue baru aja main futsal sama anak-anak nf ronin akses ui. Wuhuuu seru abis men, kenalan sama temen-temen seperjuangan. Jadi gangerasa sendirian lagi hahaha. Mantap kalo gue liat sekilas, sholeh-sholeh lagi anak-anaknya, gua udah pernah cerita nf sekilas dipost sebelumnya. Keren broh gile anak-anaknya ada yang dari sumatra barat, ntb, kebumen dan daerah indonesia lainnya. Gue mikir kenapa ga les di daerah masing-masing aja ya mereka? Kenapa harus jauh-jauh untuk les doang. Wah gue gaboleh males lagi nih harus semangat huhah. Karena gue ngerasa beruntung ga jauh2 amat dr tempat les ini. Dan bersyukur karena banyak yang gabisa kembali berjuang untuk dapetin ptn idamannya masing2.

Judulnya serem yak? Nyata loh. Banyak yang punya pemikiran seperti ini. Fenomenanya adalah bunuh diri, ya cek aja berita di tv tentang criminal. Biasanya siang, gue kadang ngeri banget liatnya. Kalian para pembaca punya perasaan yang sama ga sama fenomena ini? Duh.

Fenomena yang sama juga gue rasain, tapi bukan bunuh diri ya serem banget edan hahaha. Tentang memperebutkan kursi di ptn. Perjuangannya untuk dapetin ptn untuk beberapa orang menjadi hal yang luar biasa hebatnya sehingga merubah pola pikir, kebiasaan, dan jalan hidupnya. Seriusan. Tapi gasemua orang sih, banyak juga yang mulus-mulus aja untuk dapetin kursi di ptn ternama seperti itb, ui, ugm, ipb dan universitas-universitas yang  kata banyak orang keren. Bayangin aja, hanya untuk 30 kursi di ptn yang menginginkan bisa sampai ribuan orang. Wah kan. Akhirnya ada yang punya pemikiran seperti ini.

“aduh gue udah mati-matian belajar 3 tahun untuk memperjuangkan ptn idaman gue, ko kalah ya sama anak-anak yang cuci rapot”

“gue udah tahajudan, dhuha rajin, odoj jalan. Ko tetep gadapet ptn yang gue mau ya. Malah kalah sama anak yang sholat aja kaga. Jamaah di masjid apa lagi”

“Allah ga adil nih huhuhu :(”

Ada loh seriusan. Yang gue kaget ada yang lebih parah lagi. Gini ceritanya. Cerita yang pertama ada anak yang tahun pertama dia rajin belajar, sholat jalan. Ibadah rajin banget dah. Terus dia gadapet di tahun pertama. Ngulang lah dia kaya gue tahun ini untuk ngejar ptn idamannya lagi. Terus sukses kan dapet dia ptn yang dia mau. Seremnya tahun kedua dia bener-bener jauh sama tuhannya, ga ibadah sama sekali jarang lah. Terus nanyain fenomena ini ke temen gue yang rohis. Kurang lebih percakapannya seperti ini.

“bro percaya gak, tahun kemarin gue belajar serius, ibadah serius, gadapet jurusan hukum ini.”

“wah seriusan lu?”

“beneraaan, di tahun kedua gue belajar total dan ga berdoa sama sekali tembus-tembus aja tuh. Jadi tuhan lu itu ada gak ya?”

“*temen gue pusing jawabnya*”

Nah loh, hahaha seru sih gue mengahadapi orang-orang seperti ini. Soalnya kenapa? Soalnya gue juga sempet males sholat karena baca-bacain buku karangan Darwin, hawking dan teman-temannya yang atheis. Mereka logis bangeeeet, suwer deh bukunya keren-keren. Tapi alhamdulillahnya gue malah yakin banget sama islam karena liqo. Dan islam yang bener, bukan agama paling bener. Yang BENER. Untuk masalah atheis ini nanti aja deh gue bahas dilain kesempatan.

Nah ngejawab fenomena ini gimana? gue bilang sih. Rezeki semua udah ada yang ngatur jadi woles aja.

Ah itumah jawaban yang klise. Yang logis dooong.

Oke logisan-logisan ala gue ya. siapa yang tau lu di ptn itu sukses? siapa yang tau. Rezeki itu luas men, dimensinya banyak. Punya temen oke rezeki, punya keluarga cozy rezeki, punya lingkungan islami rezeki. Coba cek lagi definisi rezeki. Nih ya jurusan oke belum tentu sukses, lulusan sd doang juga belum tentu gagal di dalam hidupnya. Jadi santai ajalah gausah dibawa pusing ribet, apalagi depresi. Jalanin aja buat tujuan-tujuan baru atau tujuan awal yang harus dikejar lagi.

Fenomena kehilangan keimanan ini yang paling parah, Allah lagi menguji lu men. Lu yakin ga sama konsep aturan dalam islam. Tempat yang kita inginkan belum tentu baik kata Allah. Nah? berarti kalo lu udah ga percaya lagi sama Allah wah. Kacau hidup lu ga guna sumpah.

Allahualam

Aku, saya, atau gue?

January 29, 2015 § Leave a comment

Bismillah.

Pemilihan kata mungkin bisa menjadi suatu permasalahan. Dan masalah itu sangat menyenangkan, karena dari masalah akan muncul banyak pembelajaran. Asik. Nah gue lagi mempunyai masalah dalam pemilihan kata aku, saya atau gue ketika menulis. Masalahnya pemakaian kata gue terlalu kurang baik untuk beberapa orang. Dan pemakaian kata aku atau saya kadang bisa kurang memberikan makna yang seru/asik ketika sedang menceritakan atau memaparkan sesuatu di dalam tulisan. Apa ini hanya pikiran gue yang ribet?

Gue lebih sering memakai dan memilih kata “gue” dalam menulis di blog ini. Karena beberapa hal. Pertama karena blog di zenius, gue melihat penulis blog di zenius keren sekali dalam memaparkan suatu hal di dalam tulisan. Hal yang sangat mengerikan seperti science, filsafat dan lainnya. Bisa sangat seru dan menyenangkan dijelaskan di zenius dengan pemakaian bahasa gaulnya. Kedua karena raditya dika, shitlicious dan penulis komedian lainnya. Gue rasa mereka sangat luar biasa. Bisa menyulap tulisan dan membuat banyak orang tertawa dengan bahasa gaul, baik dan logisnya di dalam tulisan-tulisan mereka. Keren lah. Makanya gue memilih untuk menulis dengan pemilihan bahasa “gue” di banyak tulisan gue di blog ini.

Nah pemakaian kata aku dan saya juga tak kalah pentingnya. Banyak penulis yang menurut gue keren menggunakan kata aku dan terlihat lebih puitis dan maknanya dalam. Seperti ayah pidi baiq, ka azhar nurun ala dan lain lainnya. Kalau pemakaian kata saya ini lebih formal, biasanya yang memakai orang yang sudah cukup berumur dan bisa dikatakan dewasa. Tapi menurut gue mereka memakai kata saya tetap luar biasa dan pesan yang terkandung dalam tulisannya tersampaikan. Contohnya di tulisan-tulisan pak rinaldi munir dan pak budi rahardjo.

Jadi bagaimana ya?

Sebulan mengalahkan setahun.

January 28, 2015 § Leave a comment

Bismillah.

Gue udah komitmen buat belajar menulis. Mudah-mudahan bisa terus menjaga komitmennya. Alasannya supaya punya kebiasaan mendokumentasikan pikiran gue. Dan ga hilang dimakan waktu. Gue juga suka membaca, bacaannya apa aja. Tapi biasanya gue sortir dengan prinsip hidup gue dan science. Buku mana aja yang bagus, soalnya sekarang udah ada buanyak banget bacaan dan buku buku yang beredar. Kita gabisa membaca semuanya, harus di pilih.

Pagi ini gue nge cek statistik pengunjung blog gue. Wah kaget euy ternyata statistk pengunjung blog gue di bulan januari mengalahkan statistik pengunjung blog selama 2014. Alhamdulillah semoga bisa memberikan manfaat. Nah ini mumgkin terjadi karena gue mengikuti resep dari pak budi rahardjo. Semoga bisa konsisten dan Allah ridho dengan aktifitas ini.

Baca.Baca.Baca.Diskusi.Tulis.

Statistik

Statistik

Kontroversi.

January 28, 2015 § Leave a comment

Bismillah.

Banyak yang terkenal karena ulah kontroversialnya. Kaya jonru? Vicky prasetya atau siapa aja di dunia ini. Gue liat ternyata itu bisa dibuat untuk mencari eksistensi. Bisa di modelling lewat matematika. Dan menurut gue si farhat abbas itu cerdas banget asli. Buat onar ini itu biar kelihatan “wah” dan akhirnya terkenal deh. Apakah gue harus buat tulisan-tulisan yang kroversial ya biar terkenal? Gue bilang perlu wkwkwkw. Tapi yang paling penting sih Allah ridho terhadap semua aktifitas gue. Bacot sih emang. Tapi ini lah gue? azigjos

Where Am I?

You are currently browsing the Menulis category at eibidifaiq.