Agar Tak Menjadi Buih.

October 15, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Lagi-lagi gue seneng banget nge-share hal yang menurut gue (kayanya) sangat inspiring! Walaupun bukan karya sendiri. Tapi tulisan ini wajib banget di baca sama para pembaca blog ini. Aseli dah. Dan ternyata tulisan-tulisan bagus kalo menurut gue ga harus merogoh kocek yang dalam. Ga harus beli buku mahal-mahal. Yang harus di lakukan adalah mencari, menyortir dan ga lelah nyari sampe dapet

Agar Tak Menjadi Buih.

(Sebuah Instropeksi diri)

Namanya Kathrina, seorang Jerman yang sempat singgah di Florida selama satu bulan untuk riset dibawah bimbingan Prof. Saya (yang juga seorang Jerman.)

Kathrina selalu datang jam 8 pagi, lantas menghidupkan komputernya dan mulai bekerja. Yang istimewa adalah detik mulai Ia bekerja, kepalanya seakan terpatri kuat pada layar monitor, jarang sekali terlihat menengok ke kanan dan ke kiri. Seluruh perhatiannya tersedot untuk pekerjaannya.

Kawan2 di kantor pun jadi segan untuk menyapanya.

Kathrina memang berbeda dengan kawan2 sekantor saya atau kolega satu group. Brad sering kedapatan membuka Channel olahraga saat bekerja. Chris si Veteran Iraq menyelingi pekerjaanya dengan me”Like” berita2 republikan, atau berdebat tentang Israel-Palestina dengan Hussein. Sementara Hiram si Puertoriqan selalu terlihat tidur di sudut kantor.

Bagaimana dengan Si Indonesian?Mudah diterka, karena Bisa dipastikan tab Facebook dan Youtube nya selalu terbuka. Terkadang ia juga menyempatkan untuk bergosip dengan kawan2nya di group WA.

Jam 12 teng Kathrina beranjak menuju Microwave, kemudian menghangatkan makan siang nya. Selepas santap siang, dia akan bekerja hingga jam 5 teng, lalu pulang.

Beberapa saat kemudian, ketika kami sama2 menghadiri suatu pesta, baru saya sadari bahwa Kathrina ternyata manusia “normal” juga. Bagi dia, jamnya kerja ya harus kerja. Jamnya pesta ya pesta. Merupakan sebuah aib bagi dia jika Ia melakukan hal Non-kerja saat jamnya bekerja atau sebaliknya ; bekerja ketika jamnya untuk berpesta.
…………..

Sebut saja namanya H, si Tukang mabok tapi papernya bejibun ini mendapat gelar masternya di Stratsbourg (perbatasan Jerman-Prancis). Dia berangkat kerja di waktu normal, pulang juga di waktu normal.

Namun yang menarik adalah meskipun H perokok berat, tapi H tidak pernah membawa rokoknya ke Kantor, melainkan menggantinya dengan permen Nikotin. Alasannya sederhana, H tidak ingin membuang waktu kerjanya sekedar untuk keluar ruangan dan merokok. Sama seperti Kathrina, bagi H jam kerja ya harus dilalui dengan Full bekerja.

Bagaimana dengan Si Indonesian? Dia sering bekerja siang dan malam, belasan jam perhari. Weekday juga weekend. Ketika si Indonesian bertemu dengan H, dengan penuh kekaguman H berkata :”If I can work as hard as you, I will rock the world.” Si Indonesian kemudian menjawab :”If I can work as efficient as you, I will also rock the world.”

Mengapa Si Indonesian menjawab demikian? Karena si Indonesian ini sadar, bahwa diantara belasan jam yang ia “klaim”, terdapat sekian jam untuk FaceBookan, Youtubean dan an an yang lainnya.

Apakah efek akhirnya sama dengan si Jerman?

Nyatanya tidak. Karena si Indonesian ini meski sudah 3 tahun ngaji kepada Prof. Jerman, tetap belum bisa memenuhi standar beliau : paling lambat satu minggu sebelum conference, slide sudah siap (juga sudah berlatih). Hampir 1 tahun sebelum menyelenggarakan konferensi, web sudah dibikin, lantas kami dminta untuk mengirim email dan abstrak hanya untuk memastikan bahwa sistem web berjalan. Juga printilan2 lain seperti Tas, map dll. Semuanya betul2 dipersiapkan sejak dini.

Saya yang terbiasa dengan kepanitiaan raksasa saat dikampus (OSKM=2000 panitia) terkejut bahwa satu gawe konferensi internasional yg diselenggarakan FSU nyatanya bisa dimanage dengan baik hanya oleh seuprit orang.

Kata2 Favorit Prof. Saya : Check List, prioritas, Be Carefull with your promise! Give me reasonable time estimation!

Diantara Negara2 dgn GDP terbesar seperti US, China; Orang Jerman paling sedikit jam kerjanya. Namun mereka sangat efisien dan terukur. Semua serba well organized. Weekend bagi Prof. Saya adalah family time, saat email tidak disentuh dan saat berlatih irish trap dance bersama istri dan anaknya.

………….

Bagaimana dengan Amerika?

Sekarang sedang demam Pokemon-Go, Game yang diprediksi kelak akan sepowerful Facebook, Sampai ada tulisan “Macroeconomic analysis of Pokemon Go”. Nyatanya, meski si pokemon didapat dari Nintendo (jepang) namun basis google earth dan augmented reality nya dari Amerika.

Dan semua trend semisal data science, uber, big data, crowdfunding, AirBnB, Tesla sampai flying car juga berasal dari Amerika.

Kekuatan Amerika terletak pada keberaniannya untuk mencipta apa yang belum ada. Meski kesenjangan disini sangat tinggi, Amerika punya orang2 dengan kreatifitas dan keberanian luar biasa untuk mencipta sesuatu yang sama sekali baru.

Tengoklah keberanian leslie dewan, pemudi lulusan MIT yang mendirikan perusahaan pembangkit Nuklir yang menjanjikan terobosan2 teknologi dalam usia yang belum genap 30 tahun (transatomic energy). Tentu tengok pula keberanian venture capital yang mendanainya.
………….

Bagaimana dengan China?

Dua nama yang saling bertegur sapa dengan Si Indonesia, dini hari di Nuclear Research Building adalah Wei Cha dan Jun Ji.

Memang tidak ada yang meragukan etos dan jam kerja sang Naga.
………….

Mantra?

Almarhum Prof. Iskandar Alisjahbana, rektor ITB yang legendaris tersebut terkenal dengan jargon dan visinya untuk “MenYahudikan Pribumi”.

Tapi si Indonesia punya mantra yang lain : Jam Kerja China, Efisiensi Jerman, Kreatifitas dan Keberanian Amerika.
…………

Epilog? Berbagai padahal.

Apa kaitannya dengan judul postingan : Agar tak menjadi buih?

Merupakan nubuwat Kanjeng Nabi bahwa Umat Islam ini jumlahnya banyak, tapi ibarat buih; tak berkualitas.

Padahal..
Dalam surat Al Ashr Allah bersumpah demi sang waktu.

Padahal..
Orang Sholeh dulu jika siang ibarat singa dan jika malam ibarat Rahib (pembagian waktu yang clear, distinct).

Padahal..
Bagian dari iman adalah menjauhi hal yang sia sia (selalu produktif).

Padahal..
Kanjeng Nabi sudah memperingatkan kalau nikmat yang sering terlupakan adalah waktu luang, kesempatan (Nasihat untuk deadliner seperti saya).

Padahal..
Allah sudah mempersilahkan/menantang hamba-Nya untuk menembus langit, dan tidaklah kita dapat menembusnya “illa Bi Shulthon” , kecuali dengan kekuatan/ilmu pengetahuan (Keberanian untuk mencoba, termasuk hal2 yg sebelumnya belum pernah ada).

Padahal..
Dalam surat Al Inshirah Allah berfirman : “Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh2 (Urusan yang lain).” (Perintah untuk tidak menunda2).
………..

Maka si Indonesia yang beragama Islam ini pun kemudian berpikir bahwa tidaklah perlu menjadi Jerman, China, atau american.

Cukup menjadi Islam saja.

Si Indonesia ini juga tersadar, bahwa mengubah peradaban mustahil tanpa mengubah diri sendiri.

Gagasan memang Memiliki kuatan, namun Keteladanan jauh lebih kuat dibanding gagasan.

Dan Allah mencintai Hamba-Nya yang produktif (self reminder).

Semoga tangan ini dapat merengkuh dunia, namun tidak satu biji zarah pun masuk ke hati.

From : Zulkaida Akbar

Advertisements

Main Bola dan Passion.

October 13, 2016 § Leave a comment

Bismillah

Passion adalah segala sesuatu yang membuat kita senang. Kita mau melakukannya tanpa di bayar. Dan kita mau melakukannya sampai ke titik kita yang harus berkorban, entah itu berkorban harta, waktu, pikiran dan hal lainnya.

Aku kira dulu passionku di sepakbola. Ingat sekali dulu sampai berkorban banyak hal untuk ini. Latihan sampai malam. Dan mengorbankan banyak hal lainnya. Dan aku yakin saat itu bisa jadi pesepak bola professional. Yang keren.

Jangan salah walaupun sekarang gendut begini. Dulu waktu masih yakin sepakbola adalah passion ku. Aku pernah jadi kapten, memimpin tim dan memenangkan turnamen tinggat kota sampai tingkat kabupaten di bogor.

Tapi apa daya waktu itu aku dengan sangat yakin untuk mengubur mimpiku menjadi pemain bola. Salah satu dari banyak alasan yang ada adalah kkn yang merajalela di dalam sebuah struktur keorganisasian sepakbola. Sehingga terjadi ketidakjelasan yang sperti domino. Yang tak usah kusebut lembaga yang mana. Hehe.

Atau mungkin aku dengan yakin mengubur mimpi itu karena kurang bekerja keras saja untuk mengejarnya. Wadaw. Tapi aku masih muda masih 20thn. Terus?

image

Bikin Hidup Asik Ternyata Se-simple Itu.

October 10, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Tak usah jauh jauh mencari inspirasi. #project1hari1 #isengseriussenang

Baru seminggu buka usaha. Udah ada (banyak) aja masalah. Alhamdulillah! Makin banyak masalah makin banyak belajar. Jadi carilah masalah! Biar banyak belajar hahahaha.

Karyawan/teman yang lama udah gabisa bantu. Jadi harus cari lagi yang baru. Alhamdulillah ga terlalu lama dapet yang barunya.

Yang baru ini namanya rio. Baru kelas 9 smp. Gilaaa! Keren abis mau maunya aja kerja. Dan setelah diulik emang banyak faktor yang bikin dia harus begini. Dan gokilnya lagi, doi bawa buku di hari pertama kerjanya. Karena besok masih uts. Edan! Dan doi anaknya ceria abis. Padahal pas gua ulik cerita hidupnya. Beuh, baper euy wakakaka.

Yang begini begini nih yang bikin nampar gua, disaat gua masih sering banget ngeluh. Dan suka nyari inspirasi dan refreshing dengan tidur. Padahal inspirasi berserakan dimana2. Wadaw. Semangat bero semoga betah yaa. Kita asikin aja semuanya.

Bikin hidup asik padahal sesimple itu. Bersyukur 🙂

1476084020774

Sedikit Nakal, Banyak Akal.

October 10, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Sedikit nakal, banyak akal. Yang penting wajib syar’i dan tidak bikin dosa. #mojokquote (sabda dari @mojok.co yang saya rubah sedikit)

Sudah kurang lebih 2 setengah tahun. Bareng kang donny. Ketua bem unpad tahun 2013/2014. Yang mau mau aja turun balik ngurusin wasilas, dari ketua bem. Ke ngurusin adek2 kelasnya di SMA. Gilaa. Inspiring. Yang kayanya gaada keren2nya nih ngurus anak2 SMA ingusan. Dibanding pimpin demo, orasi depan ribuan massa. Atau bikin rusuh kampus dengan segala dialektika, karena birokrasi, masalah, atau spp yang naik terus di kampus 🙂

Begitu juga gua. Pengen banget masuk dan terjun ke indahnya romantisme dunia kampus. Oraganisasinya, mengahajar pemerintah yang ga bener, politiknya dan hal hal keren lainnya. Ya karena mahasiswa bukan cuma belajar dan masuk kelas aja. Mahasiswa adalah sebagai social control dalam masyarakat. Agent of change. Jangan mikirnya cepet lulus terus dapet duit! Jualan aja sono buka warung kalo mau cepet kaya! Haha.

Tapi apadaya selalu kalah debat sama kang donny, dan akhirnya ngebuat gua harus memilih. Dan jadi jatuh cinta sama ngurusin sekolah. Oh men! Alhamdulillah..

Jadi dimanapun kamu. Apapun yang kamu kerjakan. Selama Allah ridho walaupun hal yang di lakukan kecil. Udahlah sans aja! Ridho Allah lebih penting. #wasilasmamen

1476083753086

Menikmati Indahnya Keberagaman.

October 3, 2016 § Leave a comment

image

Bismillah.

Namanya anjel asso. Temen sekelasku saat di semester satu. Di Kelas amp. Yang biasanya aku hanya baca literatur tentang kerennya papua. Dengan anjel asso ini aku bisa langsung dengar gokilnya papua dari mulutnya. Kadang suka sedih pada diri sendiri ketika malas kuliah melanda. Beliau ini saja semangat sekali datang ke kampus, jauh-jauh merantau ke jakarta untuk menuntut ilmu. Butuh berapa jam untuk sampai ke rumah mamak dan bapaknya.

Dan kadang diriku ini suka merasa lebih hebat. “Wah gua anak kota nih, pasti lebih pintar dan keren lah dari anak daerah” padahal kenyataannya, beliau-beliau inilah yang dari daerah yang sepertinya lebih hebat. Lebih tahan banting, lebih gokil. Aku masih bisa bertemu dengan ibuku, dan bercerita tentang kesusahanku kapanpun aku pulang. Mungkin mereka juga bisa, tapi hanya ditelfon. Beda.

Untuk teman-temanku dan adikku sebagai perantau karena sedang menuntut ilmu. Kalian keren dan tetaplah terus menjadi lebih keren dengan tidak mengeluh dengan keadaan, karena jauh dari orang tua.

Menuntut ilmu itu sama halnya seperti orang berjihad. Kalo di dalam islam 🙂

Terimakasih fotonya ndy. Keren! @adytaal

Iseng Serius Senang

September 16, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Gue suka sama hal-hal yang banyak orang bilang ga guna. Tapi padahal setelah gue research ga gitu juga. Hal-hal kecil, sepele inilah yang ternyata impactnya besar terhadap sesuatu yang menurut banyak orang yang gue lihat ga guna. Padahal toh hal-hal kecil yang sistematis dan mendukung tujuan yang udah diplaning akan membuat suatu hal yang besar, right?

Contoh. Sekarang kan jamannya sosial media. Semua orang punya sosial media. Dari anak sd sampe kakek kakek kayanya punya sosial media. Nah, gue kan melihat ini adalah sebuah peluang yang insya Allah menguntungkan kalo kita serius ngonsep dengan data dan logika yang baik.

Yaudah aja gue buat iseng hastag #isengseriussenang ini. Karena ya walaupun awalnya cuma iseng, tapi karena gue anaknya (kadang) suka mikir yang ribet-ribet. Jadinya gue berusaha ngonsep nih hastag jadi menguntungkan buat gue. Entah itu ada nilai ekonominya yang gue dapet, skill, dan lain-lainnya.

Ohiya gue juga buat hastag #project1hari1. Ini bergandengan banget sih sama hastag sebelumnya, #isengseriussenang. Hastag #project1hari1 dibuat biar gue terus usaha berkarya aja sih. Ya minimalnya satu sehari. Maksimalnya? Ya unlimited hehe.

Ini jangan dibilang gampang looh. Buat karya satu sehari susahnya minta ampun. Tapi pasti bisa kalo usaha. Emang sih gampang kalo share yang gajelas, ga ngonsep. Tapi kan ga gitu juga. Lama kelamaan kita harus meningkat dong dalam melakukan segala sesuatunya. Yakali masih biasa-biasa aja terus-terusan.

Tapi…..

Kata ayah @pidibaiq yang super duper keren. Kadang banyak juga orang ga mikir untuk berkarya. Jadi jangan kelamaan mikir juga! Berkarya weeh terus jangan takut. Berkarya dengan jujur, pake hati ceunah mah. Toh kata om tan malaka terbentur, terbentur, terbentuk. 🙂 Bismillah semoga lillah.

Nah nilai ekonomisnya apanih? Emang beneran bisa datengin duit?
Yailah kalo mikirnya begini jadi prioritas utama kadang-kadang malah ga jalan-jalan. Soalnya kalo misalnya diniatin duit dulu (kadang) jadi ga seru. Niatnya bukan bikin karya yang bagus sih soalnya. Bisa bisa kalo gaada duitnya terus, malah ga jalan sama sekali.

Nah, coba deh prioritasin untuk ngejalanin kaya beginian supaya kita bisa bikin karya yang bagus, terus konsisten. Itu dulu. Toh nantipun duit dateng sendiri kalo karya kita emang bagus, gokil, keren, kece dan hal mantab lainnya. Contohnya? Ya anak design yang dulunya suka gambar, yang (banyak) orang-orang bilang ga guna, dan gajelas. Padahalmah harga design itu mahal sob! Lu coba aja tanya tuh bang keenan pearce sekali buat design di makna creative di bayarnya berapaan? Sampe bisa pacaran sama raisa sob! Gara-gara design-design doang. Sekuts.

Terus jangan lupa harus membuat kita bahagia! Toh ngapain lo cape-cape bikin sesuatu tapi ga ada efek membahagiakannya. Pokonya dicari deh hal-hal yang bikin happy. Pasti ada koo. Karena yang gue rasain kalo ngelakuin hal yang membuat bahagia, ga dibayar pun gue akan terus ngelakuin hal itu. Soalnya bikin happy. Apalagi udah happy ngerjainnya terus dibayar? Beuh 😛

Itu sih alasan gue main serius sosial media. Semoga lillah juga. Toh ujung-ujungnya kita semua diminta pertanggung jawabannya. Even itu hal sepele.

So? Jangan pernah meremehkan hal yang sepele! 😀

Pertemuan Inspiring Dengan “Pembesar” Wasilas.

September 8, 2016 § Leave a comment

Bismillah.

Jadi kemarin gue di ajak kang donny bertamasya ke city J. Emang sih gue udah setahun jadi anak jakarte. Jakarta selatan lagi, azik. Karena sekarang udah masuk tingkat 2 di up. Tapi asli dah gue jarang main, nongkrong dan lain-lainnya. Setahun kemarin tuh kebanyakan langsung pulang. Karena berbagai macem faktor. Jadi belum jadi anak jakarte seutuhnya. Masih anak mama bgt. Yak.

Kemarin tuh udah mager banget ikut. Pengen banget nge-gocek kang donny. Karena gue udah pusing abis sama matkul akuntansi biaya. Lebay sih. Tapi itu yang gue rasain. Kayanya bakal riweuh nih di akuntansi biaya. Tapi akhirnya gue maksain aja dah, udah amanah dan janji. Yakali cabut dari amanah karena pusing tadi.

Akhirnya otw kan ya. Dan alhamdulillahnya langsung ketemu kang donny karena satu kereta. Dan mayan kaget sih ternyata ada kang isal. Jadi ga duaan banget lah ya. Hore! Masih galau tuh disitu karena masih ada sisa sisa kepusingan matkul tadi. Wkwkw lebay.

Jadi kita turun di palmerah. Kita nih mau ketemu kang heryadi. Alumni smanda angkatan 2000. Yang kerjanya deket di stasiun palmerah. Yaitu sebagai tenaga ahli dpr dari fraksi pks. Gokil ga tuh hahaha. Dan yang kerennya lagi beliau ini mau-mau aja gitu ngeluangin waktunya buat kita. Ditengah kesibukannya yang luar biasa sebagai tenaga ahli di dpr. Masya Allah…

Wah asli sih yang tadinya gue ngejelimet abis beres matkul akbi. Gue langsung seger lagi! Ya gimana engga. Kita diskusi mengenai hal-hal yang keren menurut gue. Dari mulai mencari istri, politik, demo-demoan, masa masa di sma, hadits-hadits, wasilas, dan buanyak lagi.

Ah parah sih. Padahal tadi galau, terus kena ujan badai juga sampe basah-basahan. Dan jadi semangat abiiis karena diskusi-diskusi tadi. Sayang banget deh yang gaikut huahaha. Soalnya kang donnya udah ngajaki temen-temen wasilas 2015 yang lain untuk ikut.

Jadi intinya kemarin gue sangat bersyukur sekali dengan pertemuan itu. Silaturahim emang luar biasa efeknya. Bertemu dengan “pembesar” wasilas. Kenapa pembesar ya karena pada tinggi-tinggi aja sih. Gempal gempal lagi beuh. Nih liat fotonya. Tinggi gue segitu 170cm loh. Mereka berapa yak wkwkwkwkw.

image

Becanda kang wkwkw.

But thanks buat kemarin. Semoga wasilas semakin jaya! Lillah! Aamiin.